Suli Daim: Bendera One Piece Jangan Ganggu Kedaulatan RI
Gejolak sosial dengan munculnya bendera One Piece menjadi fenomena ditengah rakyat Indonesia merayakan Kemerdekaan RI ke-80. Meski begitu, munculnya bendera bergambar anime tengkorak dengan warna dasar hitam sebagai wujud protes sosial yang tidak tersampaikan.
Gejolak sosial dengan munculnya bendera One Piece menjadi fenomena ditengah rakyat Indonesia merayakan Kemerdekaan RI ke-80. Meski begitu, munculnya bendera bergambar anime tengkorak dengan warna dasar hitam sebagai wujud protes sosial yang tidak tersampaikan.
Menurut anggota Komisi E DPRD Jatim Suli Daim hadirnya bendera One Piece merupakan fenomena sosial.
“Anggaplah semua itu adalah ekspesi dalam konteks berbangsa dan bernegara. Kenapa, jika ada bendera Merah Putih, jangan sampai bendera yang lain melebihi tingginya bendera Merah Putih,” tegas Suli Daim.
Aktivis Muhammadiyah Jawa Timur ini, menyebutkan silahkan berekspresi namun jangan sampai bendera One Piece tersebut sejajar dengan Merah Putih.
Suli menyebutkan, mereka menunjukkan kegalauan dengan wujud ekspresi. “Sepanjang tidak menganggu simbul negara, bagi kami oke-oke saja,” ucap Suli Daim.
Politisi PAN Jatim menyebutkan, selama kegiatan tidak mengganggu kedaulatan negara. “Kami mengingatkan selama tidak menganggu kedaulatan bernegara,” tutup Suli Daim.
Bendera One Piece muncul dalam konteks protes sosial dan gerakan perdamaian. Simbol ini sering digunakan untuk menunjukkan keinginan akan perdamaian, keadilan, dan kesatuan di tengah konflik atau ketidakadilan sosial.
Dalam konteks Indonesia, bendera One Piece mungkin digunakan sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan atau penindasan, serta sebagai bentuk ekspresi aspirasi masyarakat untuk mencapai perdamaian dan keadilan.










