gerbang baru nusantara

Meluber Dan Tak Laku, Ony Setiawan: Pemerintah Harus Beli Tetes Tebu Petani di Jatim

Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mendesak pemerintah untuk membeli tetes tebu milik petani di Jawa Timur. Alasannya tetes tebu milik petani di Jawa Timur sekarang ini meluber.

Try Wahyudi
Selasa, 02 September 2025
Bagikan img img img img
Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan

Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mendesak pemerintah untuk membeli tetes tebu milik petani di Jawa Timur. Alasannya tetes tebu milik petani di Jawa Timur sekarang ini meluber.

Menurut dia, pemerintah harus membeli tetes tebu (molase) untuk berbagai alasan strategis dan ekonomi, seperti mendukung petani tebu yang pendapatannya menurun, mengamankan pasokan untuk industri bioenergi dan pakan ternak, menstabilkan harga sebagai bahan baku industri, serta mengelola limbah pabrik gula agar bernilai ekonomi dan menjaga lingkungan. 

"Dengan membeli tetes tebu, pemerintah dapat mendorong pemanfaatan limbah industri pabrik gula agar memiliki nilai ekonomi, sehingga menciptakan peluang bisnis baru dan menjaga kelestarian lingkungan," jelasnya, Selasa (2/9/2025).

Politisi PDIP ini mengungkapkan pelaku industri menahan pembelian tetes tebu (molase) dari petani dan pabrik gula yang mengakibatkan harga molase di petani anjlok. 

Adapun, saat ini kata dia  harga tetes tebu turun menjadi Rp1.000 per kilogram dari sebelumnya Rp2.500–Rp3.000 per kilogram. 

"Industri etanol yang menahan pembelian tetes tebu itu lantaran was-was bisa terjadi banjir impor yang mengancam kelangsungan industri etanol nasional,"jelasnya.

Jika dibiarkan meluber tetes tebu tersebut, sambung Ony, akan berbahaya karena bisa meledak.

"Dampak bahaya melubernya tetes tebu (molase) meliputi risiko ledakan karena penumpukan gas dari fermentasi, pencemaran lingkungan akibat tumpahan dan bau tak sedap, serta kerugian ekonomi bagi petani jika molase tidak terserap pasar dan pabrik terpaksa menghentikan produksi,"tuturnya.

Selain itu, lanjut Ony molase yang tumpah juga dapat menarik serangga dan mengundang penyakit. 

Sekedar diketahui, tetes tebu di Jawa Timur saat ini tidak laku karena harga anjlok dan penumpukan stok yang parah, terutama akibat mudahnya impor etanol yang lebih murah dan tidak adanya penyerapan oleh industri pabrik tebu serta pembeli yang menarik DP (uang muka) mereka karena macet.

Kondisi ini memaksa petani dan pabrik kebingungan, tangki penampungan meluber, dan mengancam kelanjutan produksi tebu.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu