Erjik Bintoro: Pertanian Harus Jadi Karier Bergengsi Bagi Generasi Muda
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erjik Bintoro, mendorong agar sektor pertanian dikembangkan secara serius sehingga bisa kembali diminati generasi muda.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erjik Bintoro, mendorong agar sektor pertanian dikembangkan secara serius sehingga bisa kembali diminati generasi muda.
Senada dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Abdul Muhaimin Iskandar, Erjik juga menilai pertanian saat ini kurang diminati kalangan muda. Ia juga menyampaikan kenyataan yang tidak boleh diabaikan.
“Pertanian adalah sektor vital bagi bangsa. Tapi faktanya semakin sedikit anak muda yang mau terjun. Saya sepakat dengan Menko PMK, bahwa ini harus segera ditangani,” ujar Erjik Bintoro, Rabu (24/09/2025).
Tantangan Anak Muda Terjun ke Pertanian
Erjik menegaskan, pemuda akan mau bertani jika usaha itu menguntungkan, aman, dan bergengsi. Karena itu, kebijakan yang diambil tidak boleh parsial, tetapi harus serentak.
“Akses modal harus diperluas, teknologi pertanian modern diperkenalkan, pasar dijamin, dan citra positif pertanian dibangun. Dengan begitu, pertanian tidak hanya jadi pilihan terpaksa, tapi bisa menjadi karier masa depan yang menjanjikan,” tegasnya.
Ia menilai, salah satu hambatan utama adalah pandangan lama yang menganggap pertanian identik dengan pekerjaan berat dengan hasil yang minim. Padahal, dengan modernisasi, pertanian bisa memberi peluang besar bagi anak muda.
“Kalau tidak ada regenerasi, 10–20 tahun ke depan kita bisa krisis petani. Maka sekarang saatnya kita dorong anak muda untuk bangga bertani,” tambahnya.
Smart Farming dan Digitalisasi Pertanian Jadi Solusi
Komisi B DPRD Jatim, lanjut Erjik, akan terus mengawal kebijakan yang pro terhadap petani, termasuk mendukung program smart farming dan digitalisasi pertanian yang kini mulai dijalankan Pemprov Jatim.
Sebelumnya, Menko PMK menegaskan perlunya perhatian serius terhadap rendahnya minat generasi muda di sektor pertanian. Saat ini, sebagian besar anak muda lebih tertarik mengejar karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) daripada melanjutkan profesi sebagai petani.
“Petani kita masih menderita, penghasilannya rendah, kesejahteraannya rendah. Yang paling mengerikan, anak muda sudah enggak mau jadi petani, maunya jadi ASN,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tengah berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada petani, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan martabat mereka.
“Kita sedang berjuang agar para petani kita betul-betul mendapatkan penghormatan, penghargaan, dan kesejahteraan,” pungkasnya.
Untuk mengikuti Isu Pertanian lainnya, silahkan kunjungi:










