Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 1,7 Persen, Dampaknya Dinilai Belum Merata
Anggota DPRD Jatim Hadi Setiawan mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Jatim yang naik 1,7 persen, namun menilai dampaknya belum merata, terutama pada sektor tenaga kerja dan UMKM.
Capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2025 yang meningkat hingga 1,7 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa, mendapat sambutan positif dari Anggota DPRD Jawa Timur, Hadi Setiawan. Ia menilai momentum ini sebagai angin segar bagi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur lebih besar dari provinsi-provinsi di Jawa dan otomatis membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Ini patut diapresiasi,” ujar Hadi Setiawan, Rabu (12/11/2025).
Namun, politisi Golkar ini mengingatkan bahwa capaian tersebut belum terasa secara merata di seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan pengangguran.
“Per hari ini dampaknya belum dirasakan secara utuh. Pertumbuhan itu belum menjawab masalah pengangguran di Jawa Timur,” ucapnya.
Pertanian Jadi Motor, Tapi Rentan Musiman
Menurut Hadi, sektor pertanian menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Jatim. Tetapi sifat sektor ini yang bergantung pada musim membuat penyerapan tenaga kerja kurang stabil.
“Pertanian itu permusim. Kalau musim berubah, serapan tenaga kerja ikut terpengaruh. Maka kebijakan harus memastikan pekerja tetap terserap,” jelas anggota Komisi D DPRD Jatim ini.
Pentingnya Stabilitas UMKM sebagai Pilar Ekonomi Rakyat
Hadi juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas UMKM sebagai pilar ekonomi rakyat, sebab UMKM berperan besar dalam menyerap tenaga kerja dan menopang ekonomi masyarakat lokal.
“UMKM itu usaha dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Dampaknya besar. Kalau UMKM terganggu, kesejahteraan rakyat ikut terganggu,” tegasnya.
DPRD Jawa Timur, kata Hadi, akan terus mengawal kebijakan di bidang ekonomi agar manfaat pertumbuhan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami akan menjaga agar UMKM tetap eksis dan berjaya. Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan, bukan hanya ditampilkan dalam angka,” pungkas Hadi, yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Kediri.
Data BPS: Jatim Ungguli Pertumbuhan Nasional
Seperti diketahui, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa perekonomian Jatim pada triwulan III menunjukkan kinerja tangguh dan inklusif, bahkan mengungguli perekonomian nasional.
Menurut data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 05/11/2025, secara quarter to quarter terhadap triwulan II 2025, perekonomian Jatim tumbuh 1,70 persen.










