Kabupaten Malang Langganan Bencana, Masyarakat Layak Dapat Edukasi Kebencanaan
Anggota DPRD Jatim Siadi mendorong edukasi kebencanaan di Kabupaten Malang setelah tiga rumah ambruk akibat hujan lebat, guna memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan warga.
Siadi Soroti Rumah Ambruk akibat Hujan Lebat
SURABAYA – Hujan lebat memicu maraknya peristiwa rumah ambruk di Kabupaten Malang. Pada akhir pekan, sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan ambruk akibat intensitas curah hujan tinggi.
Anggota DPRD Jawa Timur, Siadi, menyatakan pemerintah perlu memberikan pelatihan dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Kabupaten Malang.
“Masyarakat perlu mendapatkan edukasi kebencanaan. Bagaimana cara mengantisipasi dan menghindari risiko bencana, serta apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Pelatihan ini penting diberikan kepada masyarakat,” ujarnya pada Senin (16/02/2026).
Edukasi Kebencanaan untuk Mitigasi dan Keselamatan
Politikus Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa edukasi kebencanaan sangat krusial untuk meningkatkan keselamatan warga, mengurangi risiko korban jiwa, serta meminimalkan kerugian ekonomi melalui peningkatan kesiapsiagaan.
“Dengan edukasi dan mitigasi yang tepat, masyarakat dapat melakukan langkah preventif untuk melindungi aset fisik maupun infrastruktur mereka,” jelas Siadi.
Ia menambahkan, edukasi kebencanaan tidak hanya berfokus pada respons darurat, tetapi mencakup seluruh siklus bencana, mulai dari pra-bencana (mitigasi), saat bencana (tanggap darurat), hingga pasca-bencana (pemulihan).
“Edukasi juga menciptakan komunitas tangguh yang mampu saling membantu sebelum bantuan profesional tiba,” tandasnya.
Selaras dengan Sikap DPRD Jatim Soal Mitigasi Bencana
Pernyataan Siadi sejalan dengan sikap DPRD Jawa Timur yang sebelumnya menyoroti dampak perubahan iklim terhadap meningkatnya risiko bencana, termasuk banjir di Situbondo (baca selengkapnya: pernyataan Sri Untari bahwa banjir Situbondo menjadi bukti ancaman perubahan iklim dan pentingnya mitigasi: https://dprd.jatimprov.go.id/berita/15319/sri-untari-banjir-situbondo-bukti-ancaman-perubahan-iklim).
DPRD Jatim juga secara konsisten mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk pada momentum Natal dan Tahun Baru (baca selengkapnya: imbauan DPRD Jatim terkait ancaman cuaca ekstrem dan kesiapsiagaan warga: https://dprd.jatimprov.go.id/berita/15237/ancaman-cuaca-ekstrem-nataru-dprd-jatim-imbau-warga-waspada).
Berbagai pemberitaan terkait respons dan pengawasan DPRD Jatim terhadap isu kebencanaan juga dapat ditelusuri melalui arsip resmi (baca selengkapnya: kumpulan berita DPRD Jatim terkait isu bencana dan mitigasi: https://dprd.jatimprov.go.id/search?q=bencana).
Dengan kondisi Kabupaten Malang yang kerap dilanda bencana hidrometeorologi, edukasi kebencanaan dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat berbasis komunitas.










