Cabai Petani di Blitar Diserang Hama, Pemerintah Harus Turun Tangan
Serangan hama dan penyakit patek akibat cuaca ekstrem melanda tanaman cabai di Blitar. Anggota DPRD Jawa Timur Heri Romadhon meminta pemerintah daerah dan provinsi segera turun tangan membantu petani.
Cuaca Ekstrem Picu Serangan Hama Cabai di Blitar
Surabaya — Petani cabai di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, saat ini menghadapi keresahan akibat serangan hama dan penyakit tanaman yang menyerang lahan pertanian mereka.
Serangan tersebut diduga merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir. Tingginya curah hujan membuat kondisi lahan menjadi lembap sehingga memicu berkembangnya organisme pengganggu tanaman.
Anggota DPRD Jawa Timur, Heri Romadhon, mengatakan kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
“Tentunya saya berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat membantu para petani cabai di Kabupaten Blitar,” ujar politisi dari Partai Amanat Nasional itu, Selasa (10/03/2026).
Penyakit Patek Turunkan Kualitas Panen Cabai
Menurut Heri Romadhon, salah satu penyakit yang banyak menyerang tanaman cabai adalah penyakit patek atau antraknosa. Penyakit ini menyebabkan kualitas buah cabai menurun drastis.
“Banyak buah yang bercak dan busuk sehingga hasil panen tidak maksimal. Apalagi cuaca ekstrem melanda beberapa hari terakhir,” ujarnya.
Selain penyakit tanaman, ancaman lain yang dihadapi petani adalah serangan tikus yang merusak tanaman cabai di sejumlah lahan pertanian.
Sekitar 20 persen tanaman cabai di beberapa wilayah dilaporkan terdampak serangan hama dan penyakit tersebut. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan petani untuk mencegah penyebaran penyakit agar tidak meluas. Heri juga menilai faktor pemilihan benih menjadi salah satu penyebab tanaman lebih rentan terhadap serangan penyakit. Sebagai informasi, penyakit patek atau antraknosa merupakan penyakit utama pada tanaman cabai yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Penyakit ini ditandai bercak cokelat kehitaman yang busuk, kering, dan melingkar pada buah cabai, terutama saat musim hujan. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan memetik buah yang terinfeksi, pemberian fungisida kontak dan sistemik, penambahan kalsium, serta menjaga sistem drainase lahan.
DPRD Jatim Soroti Dampak Terhadap Stabilitas Harga Cabai
Serangan hama pada tanaman cabai juga berpotensi memengaruhi produksi dan pasokan cabai di pasar. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berdampak pada kenaikan harga cabai di Jawa Timur. Sebelumnya, DPRD Jawa Timur juga telah meminta pemerintah melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas harga cabai di pasar. DPRD Jatim juga pernah menilai pemerintah kurang optimal dalam mengantisipasi potensi lonjakan harga komoditas cabai di pasaran.Selain itu, DPRD Jatim mengingatkan bahwa kenaikan harga cabai berpotensi memicu inflasi daerah jika tidak dikendalikan dengan baik.
baca selengkapnya:
-
intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga cabai dan menjaga daya beli masyarakat
-
kritik DPRD terhadap langkah pemerintah dalam mengantisipasi kenaikan harga cabai
-
peringatan DPRD tentang dampak kenaikan harga cabai terhadap inflasi










