Ada 79 Titik Rawan di Jatim, Pemudik Layak Waspada
DPRD Jawa Timur mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai 79 titik rawan kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. Jalur Situbondo–Ketapang–Banyuwangi menjadi salah satu koridor utama yang perlu diantisipasi pemudik.
DPRD Jatim Ingatkan Risiko Kemacetan saat Mudik Lebaran 2026
Surabaya — Menjelang arus mudik Lebaran 2026, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah titik rawan kemacetan di Jawa Timur.
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Satib, menyebutkan terdapat puluhan titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
“Di wilayah Jawa Timur teridentifikasi sebanyak 79 titik rawan kemacetan,” ujar politisi dari Partai Gerindra tersebut pada Rabu (11/03/2026).
Menurutnya, kepadatan lalu lintas umumnya dipicu oleh sejumlah faktor, seperti aktivitas pasar tumpah, persimpangan jalan, akses menuju kawasan wisata, serta perlintasan sebidang kereta api. Potensi kerawanan jalur mudik di Jawa Timur juga pernah disoroti sebelumnya, terutama pada sejumlah jalur yang dikenal memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi
Baca selengkapnya:
Jalur Situbondo–Ketapang–Banyuwangi Jadi Perhatian
Satib menjelaskan, salah satu ruas jalan yang menjadi perhatian utama adalah jalur Situbondo–Ketapang–Banyuwangi. Jalur tersebut merupakan koridor penting bagi pemudik yang akan menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang.
“Di sana biasanya mengalami peningkatan kepadatan akibat antrean kendaraan menuju pelabuhan, terutama saat terjadi lonjakan kendaraan pribadi maupun angkutan logistik,” jelasnya.
Selain faktor kemacetan, pemudik juga diingatkan untuk mewaspadai kondisi cuaca dan potensi bahaya lain di jalur perjalanan, seperti jalan licin atau pohon tumbang yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik
Baca selengkapnya:
Pemudik Diminta Manfaatkan Posko Mudik
Satib juga mengimbau para pemudik agar memanfaatkan posko mudik Lebaran yang disediakan oleh pemerintah maupun pihak swasta. Posko tersebut dapat digunakan sebagai tempat beristirahat sekaligus memperoleh informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas.
“Nantinya akan didirikan posko Lebaran di sejumlah titik, baik oleh pemerintah maupun pihak swasta. Silakan memanfaatkan fasilitas tersebut agar perjalanan mudik lebih aman dan selamat sampai tujuan,” ujarnya.
Selain menyediakan layanan informasi dan tempat istirahat, petugas di posko mudik juga diharapkan memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran










