gerbang baru nusantara

Jelang Lebaran, Harga Beras di Jatim Naik, Khusnul Khuluk Minta Pemprov Jatim Lakukan Pengawasan Ketat

Harga beras di Jatim naik jelang Lebaran 2026. DPRD meminta pengawasan ketat agar tidak melebihi HET dan membebani masyarakat.

Yuli Iksanti
Sabtu, 14 Maret 2026
Bagikan img img img img
Khusnul Khuluk, Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, meminta pengawasan ketat harga beras jelang Lebaran 2026.

DPRD Jatim Soroti Kenaikan Harga Beras

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, harga beras di Jawa Timur terpantau mengalami kenaikan. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena beras merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat, terutama saat permintaan meningkat selama Ramadan hingga Lebaran 2026.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur per 12/03/2026, harga rata-rata beras medium di 38 kabupaten/kota telah mencapai Rp12.905 per kilogram.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Khusnul Khuluk, meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperketat pengawasan harga di pasar agar tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Informasi dari Dinas Pertanian, stok beras di Jawa Timur sebenarnya masih aman. Karena itu, pengawasan harga di pasar harus diperkuat agar tidak melebihi HET,” ujar Khusnul Khuluk.

Baca selengkapnya:

 

Pengawasan Pasar dan Stabilitas Harga Jadi Kunci

Khusnul menilai instansi terkait, seperti dinas perdagangan dan perindustrian, perlu melakukan pemantauan langsung di pasar-pasar guna memastikan harga bahan pokok tetap terkendali.

Ia menegaskan, kenaikan harga beras menjelang Lebaran harus diantisipasi agar tidak semakin membebani masyarakat, mengingat kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat pada periode tersebut.

“Jangan sampai masyarakat terbebani menjelang Lebaran karena hampir semua komoditas bahan pokok mengalami kenaikan,” katanya.

Baca selengkapnya:

 

Produksi dan Faktor Cuaca Pengaruhi Harga Beras

Kenaikan harga beras pada awal 2026 dipengaruhi beberapa faktor, antara lain meningkatnya permintaan selama Ramadan serta proyeksi penurunan produksi pada periode Februari hingga April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu turut berdampak pada produktivitas pertanian di sejumlah wilayah.

Meski demikian, sektor pertanian Jawa Timur pada 2025 menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat luas panen padi mencapai 1,84 juta hektare, meningkat sekitar 13,88 persen dibandingkan 2024.

Produksi padi juga meningkat menjadi 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik sekitar 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca selengkapnya:

 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu