gerbang baru nusantara

Apel hari pertama masuk kerja pasca Lebaran, Gubernur Khofifah nyatakan mulai April depan ASN Pemprov Jatim akan diberlakukan WFH

Gubernur Khofifah menetapkan kebijakan WFH ASN Pemprov Jatim setiap Rabu mulai April 2026 guna efisiensi energi dengan tetap menjaga layanan publik.

Ari Setiabudi
Rabu, 25 Maret 2026
Bagikan img img img img
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memimpin apel dan mengumumkan kebijakan WFH ASN Pemprov Jatim mulai April 2026.

Apel hari pertama masuk kerja pasca Lebaran, Gubernur Khofifah nyatakan mulai April depan ASN Pemprov Jatim akan diberlakukan WFH

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin apel sekaligus halal bihalal bersama aparatur sipil negara (ASN) dan badan usaha milik daerah (BUMD) pascalibur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Rabu (25/03/2026).

Kegiatan berlangsung sederhana dan khidmat sebagai momentum mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta menyatukan kembali semangat pengabdian ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

WFH ASN Diterapkan Setiap Rabu Mulai April 2026

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengumumkan kebijakan work from home (WFH) bagi ASN Pemprov Jatim yang akan diberlakukan setiap hari Rabu mulai awal April 2026.

“Mulai minggu depan WFH dilaksanakan pada hari Rabu. Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat tetap bekerja secara work from office (WFO). Sistem WFH ini selaras dengan kebijakan penghematan BBM dan energi dari pemerintah pusat,” tegas Khofifah.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bentuk pelonggaran kerja, melainkan mekanisme kerja fleksibel yang tetap menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, serta produktivitas ASN.

“Dengan sistem WFH, pelayanan publik tidak boleh berkurang. Justru kinerja harus tetap optimal dan koordinasi harus semakin kuat. Sektor pelayanan publik tertentu tetap masuk penuh,” ujarnya.

Baca selengkapnya:

 WFH Dipilih untuk Efisiensi Energi dan Kendali Produktivitas

Khofifah menjelaskan bahwa kebijakan WFH dipilih dibandingkan work from anywhere (WFA) karena dinilai lebih efektif dalam menjaga produktivitas ASN.

Menurutnya, pelaksanaan WFH memungkinkan pengawasan internal oleh keluarga sehingga ASN tetap fokus bekerja dari rumah.

Hari Rabu dipilih sebagai waktu pelaksanaan WFH karena dianggap paling ideal untuk menjaga ritme kerja sekaligus menghindari peningkatan konsumsi BBM.

Berdasarkan perhitungan, rata-rata ASN Pemprov Jatim menempuh jarak sekitar 14 kilometer menuju kantor atau sekitar 28 kilometer pulang-pergi setiap hari. Dengan skema WFH satu hari per minggu, diharapkan terjadi efisiensi penggunaan BBM dan energi.

“Jika WFH dilaksanakan pada hari Jumat, terdapat kecenderungan long weekend yang berpotensi meningkatkan konsumsi BBM karena aktivitas perjalanan tambahan,” jelasnya.

Baca selengkapnya:

Layanan Publik Tetap Optimal dan Diawasi Ketat

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak boleh mengurangi kualitas layanan publik. Seluruh perangkat daerah diminta memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, responsif, dan tanpa hambatan.

Pengawasan terhadap kehadiran dan kinerja ASN akan dilakukan secara ketat oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Momentum Idulfitri juga diharapkan menjadi titik awal penguatan soliditas dan semangat pengabdian ASN dalam melayani masyarakat.

Baca selengkapnya:

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu