gerbang baru nusantara

Penuhi Gizi Nasional, DPRD Jatim Dorong Bojonegoro Jadi Pusat Budidaya Ikan Darat

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan menilai Kabupaten Bojonegoro layak menjadi pusat pengembangan budidaya ikan darat karena didukung Sungai Bengawan Solo, embung, serta program ketahanan pangan daerah.

Try Wahyudi
Jumat, 15 Mei 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mendorong Bojonegoro menjadi pusat pengembangan budidaya ikan darat untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Surabaya, 15/05/2026 – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, berharap pemerintah menjadikan Kabupaten Bojonegoro sebagai salah satu kawasan prioritas dalam program pengembangan budidaya ikan darat atau ikan air tawar nasional.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai Bojonegoro memiliki potensi geografis yang kuat untuk mendukung sektor perikanan darat. Potensi itu ditopang aliran Sungai Bengawan Solo serta keberadaan embung dan waduk yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Apalagi saat ini terdapat dukungan masif dari pemerintah daerah melalui program ketahanan pangan dan pemanfaatan potensi geografis nonlaut. Bojonegoro layak dijadikan pusat pengembangan budidaya ikan darat,” ujar Ony Setiawan, Jumat (15/05/2026).

Lele, Gurami, Nila, dan Patin Dinilai Prospektif

Ony menjelaskan sejumlah komoditas ikan air tawar yang potensial dikembangkan di Bojonegoro antara lain lele, gurami, nila, dan patin.

Menurutnya, ikan lele menjadi komoditas utama yang saat ini didorong Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui perluasan Program KOLEGA (Kolam Lele Keluarga) pada 2026.

“Sistem kolam terpal bundar sangat efisien dikembangkan di pekarangan rumah warga,” katanya.

Sementara itu, ikan gurami dan patin dinilai memiliki prospek pengembangan pada skala menengah hingga besar untuk mendukung peningkatan konsumsi ikan masyarakat yang masih berada di bawah rata-rata provinsi.

Adapun ikan nila disebut cocok dibudidayakan menggunakan metode bioflok maupun kolam konvensional.

“Karakteristik ikan nila yang tangguh membuatnya adaptif terhadap kondisi air lokal,” sambungnya.

Dukung Program Ketahanan Pangan dan MBG

Ony menambahkan, pengembangan budidaya ikan darat sejalan dengan fokus Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi ikan air tawar.

Program tersebut menjadi bagian pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan pengembangan budidaya di 500 kabupaten pada 2026.

Program itu juga diarahkan untuk memaksimalkan potensi desa nelayan dan sektor budidaya ikan darat sebagai sumber protein masyarakat.

DPRD Jatim Perkuat Regulasi Perlindungan Nelayan dan Budidaya

Komitmen DPRD Jawa Timur dalam memperkuat sektor perikanan dan ketahanan pangan sebelumnya juga diwujudkan melalui pembahasan regulasi perlindungan nelayan dan petani garam.

Baca selengkapnya:

 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu