DPRD Jatim Minta SPPG Profesional Cegah Keracunan MBG
Cahyo Harjo Prakoso anggota DPRD Jawa Timur Dapil I Kota Surabaya meminta pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis lebih profesional setelah terjadinya dugaan keracunan ratusan siswa di Surabaya lewat penguatan SOP, higienitas makanan, dan pengawasan distribusi untuk menjaga keamanan pangan serta kepercayaan masyarakat.
Peran Profesional SPPG untuk Program MBG
SURABAYA – Kasus dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendapat perhatian serius dari DPRD Jawa Timur. Insiden tersebut dinilai harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Karena itu, pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta dilakukan secara profesional dengan mengutamakan keamanan pangan, kualitas makanan, dan standar higienitas yang ketat.
DPRD Jawa Timur Minta Konsistensi Penerapan SOP di Seluruh Tahapan Pelaksanaan Program MBG
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan bahwa standar operasional prosedur (SOP) harus diterapkan secara konsisten dalam seluruh tahapan pelaksanaan Program MBG, mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.
“SPPG harus dikelola secara profesional karena mereka bukan hanya menjaga kualitas gizi anak-anak, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Cahyo, Senin (11/05/2026).
Menurut Cahyo, proses pengolahan hingga distribusi makanan wajib memenuhi standar keamanan pangan yang tinggi. Ia menilai kualitas makanan harus dijaga sejak proses produksi, penyajian, pengemasan, hingga pendistribusian kepada siswa.
“Higienitas, proses penyajian, hingga packaging makanan harus dilakukan dengan standar yang baik agar makanan yang awalnya bergizi tidak berubah menjadi bencana keracunan,” ujarnya.
Cahyo Minta Evaluasi Pengelolaan MBG untuk Menjaga Kepercayaan Masyarakat
Ia menambahkan bahwa Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan menciptakan generasi muda yang sehat, kuat, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul. Oleh sebab itu, setiap insiden yang berpotensi mengganggu pelaksanaan program harus menjadi bahan evaluasi serius.
Baca Selengkapnya:
-
Rasiyo Dapil I DPRD Jawa Timur menyoroti pentingnya penguatan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis setelah muncul kasus keracunan siswa agar standar keamanan pangan dapat diterapkan secara lebih ketat
-
Fuad Dapil I DPRD Jatim: Aspek higienitas makanan menjadi faktor penting yang harus diawasi dalam pelaksanaan Program MBG setelah ratusan siswa di Surabaya mengalami dugaan keracunan makanan
Cahyo meminta penanganan kasus dugaan keracunan dilakukan secara serius, cepat, dan transparan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap Program MBG harus dijaga melalui evaluasi yang terbuka dan berbasis fakta.
“Kami berharap kejadian ini segera ditangani secara serius dan transparan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Ia juga mengapresiasi respons cepat tenaga kesehatan, pihak sekolah, serta Pemerintah Kota Surabaya dalam menangani para siswa yang terdampak. DPRD Jawa Timur, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan kondisi siswa serta hasil evaluasi yang dilakukan oleh pihak SPPG dan instansi terkait.
Baca Selengkapnya: Deni Waka DPRD Jawa Timur menyoroti kinerja satuan tugas dalam penanganan kasus MBG di Magetan dan mendorong evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal
DPRD Jawa Timur berharap evaluasi menyeluruh terhadap Program MBG dapat menghasilkan perbaikan sistem pengelolaan, peningkatan standar keamanan pangan, dan penguatan pengawasan sehingga manfaat program tetap dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan aspek keselamatan peserta didik.










