Tiga Desa di Magetan Krisis Air Bersih, Butuh Mendesak Adanya Sumur Bor
Tiga desa di Magetan mengalami krisis air bersih akibat kemarau. Atikah Banowati anggota Komisi D DPRD Jatim dari Dapil IX mendorong pembangunan sumur bor dan pipanisasi sebagai solusi jangka panjang.
SURABAYA — Krisis air bersih akibat musim kemarau kembali melanda Kabupaten Magetan. Tercatat tiga desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari setelah sumur warga dan sumber air desa mulai mengering.
Tiga desa tersebut yakni Desa Karas dan Desa Kuwon di Kecamatan Karas serta Desa Sayutan di Kecamatan Parang.
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Atika Banowati, menilai penanganan kekeringan tidak boleh hanya bergantung pada bantuan jangka pendek berupa pengiriman air bersih menggunakan truk tangki.
“Pemerintah perlu segera menghadirkan solusi jangka panjang yang permanen,” kata politisi Golkar ini, Jumat (14/08/2026).
DPRD Jatim Dorong Pembangunan Sumur Bor
Menurut Atika, salah satu langkah yang mendesak untuk mengatasi persoalan kekeringan di Magetan adalah pembangunan sumur bor yang disertai infrastruktur pipanisasi.
“Pengiriman air bersih memang penting untuk penanganan darurat. Namun, ke depannya kita harus fokus pada solusi yang berkelanjutan, seperti membangun sumur bor di titik-titik yang membutuhkan agar warga tidak terus-menerus kesulitan setiap kali musim kemarau tiba,” ujar Atika.
Ia mengatakan Komisi D DPRD Jatim mendorong koordinasi erat antara pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait untuk mempercepat pemetaan wilayah rawan kekurangan air.
Upaya tersebut dinilai penting agar penanganan krisis air bersih tidak hanya bersifat reaktif ketika musim kemarau berlangsung, tetapi juga dapat mengantisipasi kebutuhan masyarakat di wilayah yang berulang kali terdampak kekeringan.
Baca Selengkapnya: Perhatian DPRD Jatim terhadap penanganan kekeringan dan pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah Jawa Timur
Solusi Permanen untuk Warga Terdampak Kekeringan
Atika menekankan bahwa pembangunan infrastruktur air bersih perlu diarahkan pada solusi yang mampu memberikan akses air secara stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan adanya sumur bor dan jaringan pipanisasi yang memadai, masyarakat di tiga desa terdampak diharapkan memiliki akses air yang lebih stabil dan mandiri sehingga tidak terus mengalami krisis air setiap tahun.
Kebutuhan solusi jangka panjang tersebut juga menjadi perhatian DPRD Jatim di sejumlah daerah lain yang menghadapi ancaman kekeringan.










