DPRD Dorong Dinkes Jatim Perbanyak Tenaga Penyuluhan Jumantik DBD
DPRD Dorong Dinkes Jatim Perbanyak Tenaga Penyuluhan Jumantik DBD
DPRD Dorong Dinkes Jatim Perbanyak Tenaga Penyuluhan Jumantik DBD
Anggota Komisi E DPRD Jatim lainnya, Agus Dono Wibawanto meminta kepada Dinkes Jatim untuk segera memberikan penyuluhan ke masyarakat dengan memperbanyak jumlah relawan Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
Mereka harus pro aktif memaparkan cara penanggulangan DBD. Mulai dari tingkat kecamatan, desa hingga lingkungan rumah tanggah dan sekolah. "Ini pola penanggulangan yang harus disosialisasikan. Bagaiamana mengurangi genangan dan membasmi jentik-jentik nyamuk penyebab DBD," ujarnya.
Pemprov Jatim juga harus memginturksikan semua rumah sakit di Jatim memberikan pelayanan maksimal. Pasalnya, dari data yang diterima DPRD Jatim, jumlah penderita DBD meningkat drastis.
"Anggaran sudah ada dan mekanisme sudah ada. sejak awal mengarahkan ke dinas kesehatan dan artinya pencegahan diutamakan. Semua rumah sakit di Jatim menindaklanjuiti di masyarakat. Jangan sampai mereka masuk di rumah sakit ketersediaan obat dan lainya tidaka ada," tambahnya.
Seperti diketahui, data dari Dinkes Jatim, jumlah penderita DBD sampai dengan Januari 2019 mencapai 1634 kasus. Jumlah itu meningkat 47 persen dibandingkan tahun 2018 yang hanya 1114 kasus. Sementara itu, data dari Kemenkes menyebutkan, jumlah penderita DBD di Jatim sudah tembus 2 ribu orang










