gerbang baru nusantara

Penderita Kusta Tinggi, Komisi E Minta Dinkes Koordinasi Kabupaten/Kota

Penderita Kusta Tinggi, Komisi E Minta Dinkes Koordinasi Kabupaten/Kota

Adi Suprayitno
Jumat, 01 Februari 2019
Bagikan img img img img

Penderita Kusta Tinggi, Komisi E Minta Dinkes Koordinasi Kabupaten/Kota

Jumlah penderita penyakit kusta di Jawa Timur masih tinggi yakni mencapai 2.610 kasus. Komisi E DPRD Jawa Timur berharap Dinas Kesehatan Jawa Timur berkoordinasi pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengobatai penderita kusta. 

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Agus Dono Wibawanto berharap di Jatim sudah tidak ada lagi penderita kusta. Kabupaten/kota harus memberikan prioritas pelayanan pada penderita, dan selanjutnya provinsi menindak lanjutinya. "Persoalan obat dan sebagainya Provinsi membantu,” tegas Agus Dono.

Ketua Fraksi Demokrat itu menegaskan, seharusnya penderita prioritas pengobatanya. Mereka  diperhatikan sesuai Peraturan Daerah yang menjadi kewenangan provinsi. Mereka butuh bantuan baik di tingkat dua, maupun berobat  di Rumah Sakit milik Provinsi Jatim. 

“Koordinasi antara Provinsi dan Kabupaten/Kota penting. Kita menyadari tidak semua masyarakat memiliki BPJS, Sehingga penderita bisa diprioritaskan. Jangan sampai yang tidak berobat,” pintanya.

Agus Dono menilai persoalan ini sangat mendesak Dinas Kesehatan Jatim dan Dinskes kabupaten/kota se-Jatim duduk bersama menyelesaikan dengan cepat.

Data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur jumlah penderita kusta berada di angka 0,9 persen mengacu pada data terbaru  11 Januari 2019 dengan total 2.610 kasus.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jawa Timur, Setya Budiono, menyampaikan, peringatan  Hari Kusta 2019,  penderita kusta di Jawa Timur sudah mengalami penurunan.

“Penyakit kusta di Jatim sekarang sudah menurun sejak tahun 2017 itu, kita sudah status eliminasi ditingkat Provinsi artinya kasus pravalensinya kurang 1/10.000 penduduk di Jawa Timur sudah 0,9,” kata Setya.

Kata dia, status eliminasi memang diharapkan oleh Kementerian Kesehatan, namun kalau ditingkat kabupaten masih ada beberapa yang belum tercapai eliminasi.

“Memang masih ada beberapa daerah dan pasien kusta yang dominan ada di daerah Pantura, Tuban, daerah Tapal kuda, Madura, Probolinggo, Pasuruan dan Sitobondo,” terangnya.

Setya mengatakan, jumlah kasus yang ditemukan di beberapa kabupaten atau kota di Jatim itu yang paling banyak ada di Madura berada diposisi teratas. Tertinggi ditempati Kabupaten Sumenep, dengan jumlah kasus 385. Sedangkan untuk Kabupaten Sampang sebanyak 232 Kasus, dan Bangkalan sebanyak 207 kasus.

“Memang paling banyak di Sumenep, Madura,”ucap dia

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu