PKB Kecewa, Demokrat Bersyukur di Dapil Madura
PKB Kecewa, Demokrat Bersyukur di Dapil Madura
PKB Kecewa, Demokrat Bersyukur di Dapil Madura
Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2019 tingkat Provinsi Jawa Timur untuk DPRD Jatim di daerah pemilihan 14 Madura diwarnai dramaturgi antiklimak. Pasalnya, PKB terpaksa merelakan kehilangan 1 kursi dan sebaliknya Partai Demokrat justru bertambah 1 kursi.
Penyebab drama antiklimak itu dipicu protes keberatan dari saksi Partai Demokrat saat rekap di Kabupaten Pamekasan. Renville Antonio sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim yang menjadi saksi meminta kepada KPU dan Bawaslu Jatim supaya dilakukan penyandingan data DA-1 dengan DB-1 karena tidak singkron dan menyebabkan suara Partai Demokrat banyak yang hilang.
"Kami bersyukur keberatan yang diajukan Partai Demokrat di rekap Kabupaten Pamekasan yang masuk DB-2 akhirnya diakomodir KPU dan Bawaslu Jatim sehingga suara Partai Demokrat yang diduga hilang bisa dikembalikan," ujar Renville Antonio, Sabtu (12/5/2019).
Setelah disetujui KPU dan Bawaslu Jatim, suara Partai Demokrat yang diduga hilang akhirnya bisa kembali. Dampaknya, suara partai berlambang segitiga Mercy di dapil Madura secara keseluruhan juga meningkat dan akhirnya berhasil mendapatkan kursi ke 3 dan ke 12 dari jatah 12 kursi DPRD Jatim di Dapil Madura.
Sebaliknya, PKB yang semula optimis mendapatkan 3 kursi DPRD Jatim di Dapil Madura berdasarkan hasil rekap di tingkat kabupaten, justru harus gigit jari. Pasalnya, sesuai rekap final di tingkat provinsi justru hanya mendapat 2 kursi DPRD Jatim.
Perolehan final suara PKB di dapil Madura sebanyak 631.276 suara dan menempati peringkat pertama. Berdasarkan sistem penghitungan saite lague untuk pembagian kursi, PKB berhak mendapat 2 kursi DPRD Jatim. Sebab ketika suara total dibagi 5 hanya mendapat 126.255 suara.
Sementara Partai Demokrat yang mendapat 379.361 suara dan menempati peringkat ketiga, berhak mendapat 2 kursi yakni kursi ke 3 dan ke 12 di Dapil Madura. Kursi ke 12 didapat Partai Demokrat setelah suara partai dibagi 3 ketemu 126.453 suara atau selisih 198 suara dengan PKB.
Kursi ke 12 DPRD Jatim di Dapil Madura sejatinya diperebutkan antara dua caleg asal Kab Sumenep yakni Dr Ir Zainal Abidin MM (mantan Kepala Bappeprov Jatim) caleg nomor urut 2 asal Partai Demokrat dan Nur Faizin MA caleg nomor urut 7 asal Partai PKB.
Namun berdasar hasil rekap final tingkat provinsi, kursi ke 12 DPRD Jatim dapil Madura akhirnya jatuh ke Partai Demokrat. Sedangkan caleg yang beruntung adalah Zainal Abidin karena menempati peringkat kedua suara terbanyak dengan 100.356 suara.
Sebelumnya, Nur Faizin mengaku optimis PKB bakal mendapat 3 kursi DPRD Jatim di dapil Madura. Bahkan pesaing berat justru berasal dari internal PKB yakni caleg suara terbanyak di bawahnya (H. Ali Wafa,red) yang terpaut sekitar 2000 suara.
Pertimbangan lainnya, kata mantan Sekpri Kemenaker Hanif Dhakhiri, pesaing beratnya itu juga menjabat ketua DPC PKB Kabupaten Pamekasan dan kakak kandung Bupati Pamekasan Badrut Tamam.
"Mudah-mudahan saya jadi Mas, sebab suara saya sudah banyak yang hilang di Pamekasan. Insya Allah PKB dapil Madura dapat 3 kursi," kata Nur Faizin di sela-sela proses rekap KPU Jatim.
Berdasarkan hasil final rekap tingkat provinsi Jatim, 12 kursi DPRD Jatim dari Dapil Madura diperkirakan terbagi ke 9 parpol saja. Diantaranya, PKB (631.276) berpeluang dapat 2 kursi. NasDem (426.598) dapat 2 kursi, Demokrat (379.361) dapat 2 kursi.
Selanjutnya, PAN (299.641) berpeluang dapat 1 kursi. PDI Perjuangan (231.777) dapat 1 kursi, Gerindra (195.133) dapat 1 kursi, Partai Golkar (141.744) dapat 1 kursi, PBB (133.669) dapat 1 kursi dan terakhir PPP (127.719) dapat 1 kursi.
Partai yang menempati peringkat ke 10 dan seterusnya hampir dipastikan tak mendapatkan jatah kursi DPRD Jatim. Rinciannya, Perindo (110.836), PKS (91.622), Hanura (63.446), Berkarya (10.102), PSI (2.530), Garuda (2.523) dan PKPI (1.741).










