gerbang baru nusantara

Dewan Berharap Program 'Cetar' Gubernur Dapat Tekan Angka Kemiskinan

Dewan Berharap Program 'Cetar' Gubernur Dapat Tekan Angka Kemiskinan

Siti
Jumat, 26 Juli 2019
Bagikan img img img img

Dewan Berharap Program 'Cetar' Gubernur Dapat Tekan Angka Kemiskinan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim yang mencapai 4,1 juta jiwa sampai pertengahan 2019 memang sangat mengejutkan para wakil rakyat yang duduk di DPRD Jatim. Mereka berharap program 'Cetar' yang digagas Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansyah bisa menekan angka kemiskinan tersebut.

Anggota Komisi A DPRD Jatim, Hamy Wahjunianto menegaskan didalam program Cetar Gubernur disebutkan yaitu cepat, efektif, tanggap, transparan dan responsif maka persoalan perekonomian termasuk kemiskinan dapat segera ditekan. Selain itu, harus ada keterkaitan program antara satu Dinas dengan yang lain.

"Memang saya melihat jamannya Pakde Karwo banyak program pengentasan kemiskinan oleh sejumlah dinas.Namun emannya program antar Dinas tidaklah bersambung, sehingga jalan sendiri-sendiri. Dalam hal ini seharus Bappeda sebagai tukang jahit dari beberapa SKPF bisa mengaitkan antara satu dengan yanh lain sehingga dapat mengentaskan kemiskinan secara utuh,"tegas Politisi asal PKS ini.

Dan tak kalah pentingnya, kinerja Bakorwil lebih dioptimalkan. Pendiriannya sebagai wakil gubernur di daerah seharusnya dapat berperan mendongkrak perekonomian di daerah. Mengingat hingga saat banyak wayah di Jatim yang angka kemiskinan, IPM dan gini rasionya sangat rendah dibawah Jawa Barat dan Jawa Tengah serta rata-rata nasional.

"Kalau tidak segera mendapatkan perhatian dari Bu Khof saya khawatir semakin tinggi angka kemiskinan karena dipicu kondisi global dan kenaikan bahan pangan,"lanjhtnya.

Seperti diketahui, sebanyak 4,1 Juta Penduduk di Jawa Timur Dalam Keadaan Miskin.  Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) menunjukkan jumlah penduduk miskin di Jawa Timur per Maret 2019 tercatat mencapai 4,1 juta jiwa. Jumlah itu 10,37 persen dari total penduduk Jatim. Jumlah penduduk miskin di Jatim itu lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 9,41 persen

Jumlah 4,1 juta penduduk di Jatim yang tergolong miskin itu mengalami penurunan 179.900 jiwa disbanding September 2018 yang sebesar 4,2 juta. Sejumlah faktor yang memicu penurunan angka kemiskinan antara lain, selama September 2018 – Maret 2019 inflasi hanya 1,39 persen. Selama periode tersebut, sejumlah komoditas mengalami deflasi. Diantaranya, cabai merah, daging sapi, tempe, dan minyak goreng. “Disisi lain, upah buruh tanaman pangan naik 3,54 persen,” kata Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu