gerbang baru nusantara

DPRD Berharap Pemerintah Memetakan Pencegahan Terkait Kasus Kekerasan Anak Di Jatim

DPRD Berharap Pemerintah Memetakan Pencegahan Terkait Kasus Kekerasan Anak Di Jatim

Panca Indra
Senin, 29 Juli 2019
Bagikan img img img img

DPRD Berharap Pemerintah Memetakan Pencegahan Terkait Kasus Kekerasan Anak Di Jatim

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta dan berharap agar dinas terkait dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memetakan dan pencegahan untuk menyelesaikan kasus pelecehan seksual terhadap anak yang mulai marak di Jawa Timur.

Anggota DPRD Jatim, dr. Benjamin Kristianto ditemui di DPRD Jatim, Senin (29/7) mengatakan pihaknya prihatin dengan maraknya kasus pelecehanan seksual terhadap anak terutama di Tulungaung dan Surabaya. Ini harus dihentikan oleh pemerintah dengan melakukan sosialisasi dan pendekatan tentang seksual kepada anak di Jatim. "Jangan ada pembiaran dari pihak-pihak yang harusnya bertanggung jawab masalah tersebut,”jelasnya.

Maka itu, pihaknya berharap kepada Dinas terkait untuk segera turun ke lapangan berkoordinasi, misalnya Dinas pemberdayaan perempuan dan Anak melibatkan Dinas Kesehatan, serta juga Dinas Pendidikan sosialisasi tentang seksual kepada anak sejak dini.  "Kami minta masalah ini harus ada pencegahan dan tindakan, agar jumlahnya tak berkembang terus. Harus digiatkan untuk sosialisasi bahayanya kekerasan terhadap anak,"harapnya Benjamin politisi asal Fraksi Gerindra Jatim ini.

Senada Anggota DPRD Jatim lainnya, Haryoyo juga meminta kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Dinkes untuk segera turun tangan mencegah kasus pelecehan seksual pada anak ini. "Pemerintah, juga harus memberikan formula khusus yang artinya tidak hanya melakukan koordinasi dinas terkait. namun juga bisa mencari titik temu dan akar masalah ini benar - benar selesai,"pungkas Hartoyo politisi asal Fraksi Partai Demokrat Jatim.

Seperti diketahui, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim. mereles data ada  67 anak di Jawa Timur menjadi korban kekerasan sampai minggu ketiga Juni 2019, baik pelecehan seksual hingga kekerasan.

Hari Chandra Novianto Kepala Seksie Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AK Jatim mengatakan, yang paling banyak dilaporkan terjadi terhadap anak-anak adalah kekerasan fisik. Selain itu, kekerasan seksual juga banyak dialami anak-anak. Data DP3AK Jatim menunjukkan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak terbanyak dilaporkan terjadi di Surabaya. 

"Kekerasan seksual ini miris sekali. Seminggu kemarin kami mendapat laporan, anak lima tahun mendapat kekerasan seksual oleh tetangganya yang melakukan tindakan asusila,"ujarnya

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu