gerbang baru nusantara

Pimpinan DPRD Prov. Jatim Ingatkan Ancaman terhadap NKRI

Pimpinan DPRD Prov. Jatim Ingatkan Ancaman terhadap NKRI

Elisa A
Kamis, 03 Oktober 2019
Bagikan img img img img

Pimpinan DPRD Prov. Jatim Ingatkan Ancaman terhadap NKRI

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anwar Sadad mengingatkan rakyat akan bahaya ancaman idiologi luar yang akan merong-rong NKRI. Penegasan ini disampaikan Anwar Sadad saat mendampingi Ketua DPRD Jatim, Kusnadi, seusia Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019 di Gedung Negara Grahadi.

"Tantangan bangsa kita hari-hari ini bukan hanya komunisme, tapi juga faham dan praktik neoliberalisme," terang Anwar Sadad, Selasa (1/10).

Politisi asal Pasuruan ini menambahkan,  pelajaran yang bisa dipetik dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah bangsa kita adalah bangsa yang tangguh dan kokoh menghadapi rongrongan baik gerakan maupun faham yang berusaha menghancurkan bangsa kita.

"Spirit sebagai bangsa yang tangguh harus ditanamkan kepada para generasi muda dan kaum milenial," tandas dia.

Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, kaum milenial hidup di zaman yang jauh jaraknya dengan peristiwa pemberontakan komunis di tahun 1965. "Di era modern ancaman terhadap kebangsaan kita lebih bervariasi lagi, di mana salah satu penyebabnya adalah globalisasi di semua sektor kehidupan kita," tegas dia.

Neoliberalisme disampaikan Anwar Sadad tak kalah jahatnya merongrong kesaktian Pancasila. Ia mencontohkan praktik ekonomi  kapitalistik dengan menyedot habis kekayaan alam bangsa Indonesia. "Ini juga meninggalkan luka ketidakadilan yang dalam terhadap rakyat,"beber Anwar Sadad.

Selain itu, sikap  ketidakadilan terhadap rakyat adalah bahaya laten yang telah terbukti meruntuhkan bangsa-bangsa besar di dunia. Anwar Sadad mencontohkan  era modern ketidakadilan juga memporak-porandakan bangsa-bangsa di Eropa Timur.

"Neoliberalisme bertentangan dengan Pasal 33 UUD Negara RI Tahun 1945," terang Anwar Sadad.

Politisi yang sudah tiga periode di DPRD Jawa Timur menambahkan, ancaman rongrongan terhadap kebangsaan NKRI  juga berasal dari ideologi trans-nasional yang diimpor dari asing.

"Ideologi yang diintrodusir kepada bangsa kita tanpa melalui melalui proses akulturasi yang panjang. Para penganjur ideologi itu tidak memiliki akar kesejarahan, tidak ada garis genealogi, dan tidak ber-DNA keindonesia," kata Anwar Sadad lebih serius.

Praktik dan faham bertentangan dengan Pancasila,  berpotensial sebagai ancaman pada kebangsaan kita. "Hari Kesaktian Pancasila adalah bentuk kesadaran bahwa bangsa kita bangsa yang tangguh dan kokoh,"  tandas Anwar Sadad. 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu