Bantu Wali Murid Sekolah Lewat Seragam Gratis
Bantu Wali Murid Sekolah Lewat Seragam Gratis
Bantu Wali Murid Sekolah Lewat Seragam Gratis
Tidak hanya peduli terkait rencana kenaikan premi BPJS, tetapi DPRD Jawa Timur peduli akan pendidikan masyarakat Jawa Timur.
Anggota Legislatif DPRD Jatim menyarankan anggaran pengadaan seragam gratis untuk SMA/SMK diperuntukkan untuk hal yang lebih bermanfaat. Karena P-APBD sudah selesai dibahas dan akan menjadi SILPA tentunya.
Anggota Fraksi Keadilan Bintang Nurani (FKBN) DPRD Jatim Mathur Husyairi mengatakan, tujuan awal seragam gratis yang ingin membantu masyarakat meringankan beban Orang Tua justru batal.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa umengevaluasi dinas terkait. Seperti Dinas pendidikan, ULP dan Biro Administrasi Pembangunan. Mengingat program Cettar ini terlihat tidak didukung oleh Dinas-Dinas. "Jangan sampai kemudian Nawa Cita dan Cettarnya Gubernur ini tidak didukung oleh OPD yang bersangkutan. Karena yang dirugikan pasti masyarakat jatim dan dunia pendidikan kita yang jadi korban," katanya, Selasa (8/10)
Dengan harapan, lanjut dia, masuk sekolah tidak perlu lagi belanja atau beli seragam. Mathur juga membeberkan bahwa dalam pantauannya masih ada sekolah yang masih menjual seragam dengan dalih Koperasi. "Nah, berhubung ini sudah kedaluwarsa waktunya, apalagi ini mendekati semesteran tentu akan menjadi sangat mubadzir sekali kalau dipaksakan," imbuhnya. "Ketika ini dibatalkan kedua kalinya saya senang. Lebih baik anggaran yang ada ini diperuntukkan untuk yang lain," ujarnya.
Ke depan, tambah Mathur, pihaknya akan meminta semua lembaga pendidikan yang dibawah naungan Pemprov. Jatim, terutama SMA/SMK sudah tidak ada lagi seragam yang disiapkan untuk beli di Sekolah.










