DPRD Jatim Prihatin Tangkis di Sungai Kalisanen, Jember
DPRD Jatim Prihatin Tangkis di Sungai Kalisanen, Jember
DPRD Jatim Prihatin Tangkis di Sungai Kalisanen, Jember
Mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang nyaman merupakan impian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur (DPRD Jatim). Mengetahui kondisi tanggul atau tangkis di Sungai Kalisanen, Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember membuat anggota Komisi D DPRD Jatim Satib prihatin.
Tangkis sepanjang 176 meter itu dibangun dengan didanai APBD Jatim sekitar Rp 813 juta. Namun sayangnya, sungai Kalisanen selama ini sering meluap dan menyebabkan banjir saat musim hujan. “Air sungai yang deras ini menggerus tanah di tepi sungai yang sebagian ditempati warga. Kepala Desa Sanenrejo Sutikno mengatakan, ada 16 rumah di lokasi itu yang jadi korban. Akhirnya warga direlokasi dan dibangunlah tangkis di sana. Kalau mereka tak pindah ya habis tergerus sungai,” Kata Politisi asal Partai Gerindra tersebut, Senin (4/11).
Lanjutnya, pihaknya berharap Pemprov Jatim untuk segera memperbaiki atau menguatkan kondisi tangkis di sungai tersebut. Jika ini dibiarkan, dikhawatirkan bila musim hujan tiba tentunya akan timbul banjir yang akan merugikan kerusakan pada warga sekitar. Tidak hanya berbicara soal sungai Kalisanen, Satib juga menemukan adanya penurunan kondisi badan jalan nasional yang berada di kabupaten Jember, tepatnya di depan pertokoan Jompo kota Jember.
Kondisi badan jalan yang mengalami penurunan tersebut sangat memprihatinkan dan sangat membahayakan warga yang melintas di jalan tersebut. “Dari sidak yang saya lakukan disana, pengukuran terakhir jalan sudah ambles 2,06 cm untuk arah vertical dan 2,8 cm untuk kearah horizontal,” lanjut pria asal Jember ini.
Selain badan jalan tersebut, keberadaan jembatan di lokasi tersebut yang dulunya pernah mengalami pergeseran 32 cm saat ini sudah mengalami pergeseran mencapai 52 cm.” Padahal jembatan tersebut tidak boleh bergerak sama sekali, ”ungkapnya.
Satib mengatakan penanganan terkait penurunan jalan tersebut harus segera dilakukan. Pasalnya kondisi ruko maupun jalan sangat membahayakan keselamatan masyarakat pengguna jalan maupun penghuni ruko. “Persoalan ini bukan persoalan fisik bagaimana jalan ini harus diperbaiki tapi persoalannya diatas jalan itu ada masyarakat Jember ada diatasnya. Kita harus melaksanakan tindakan yang komperhensif. Kami
hanya bisa mendorong tapi selanjutnya menjadi perhatian pemerintah untuk pelaksanaan perbaikannya. Jangan sampai ada keterlambatan penangananya dan berimbas timbulnya korban di masyarakat,” Katanya










