Dewan Jatim Kritisi Keberadaan Fasilitas Stadion GBT
Dewan Jatim Kritisi Keberadaan Fasilitas Stadion GBT
Dewan Jatim Kritisi Keberadaan Fasilitas Stadion GBT
Samwil salah satu Anggota DPRD Jatim menyayangkan jika masalah bau sampah di Stadion GBT terus dipersoalkan. Dia khawatir persiapkan pelaksanaan Pildun tidak maksimal hanya gara-gara mengedepankan ego masing-masing.
Indonesia dipercaya oleh FIFA sebagai tuan rumah bukan hal mudah, termasuk Kota Surabaya sebagai salah satu venue. Nah, polemik antara Gubernur dan Wali Kota yang notaben perempuan ini semakin tidak baik suhu olahraga di Tanah Air. Mestinya mereka bersinergi, ini perhelatan international yang harus dimanfaatkan dengan baik. ujarnya.
Politisi Partai Demokrat itu bangga stadion di Jatim bakal menjadi salah satu venue Pildun U-20. Untuk itu Khofifah dan Risma beserta steakholder lainnya bersinergi, saling melengkapi demi ajang gengsi di dunia international tersebut. “Ini ajang international harus dijaga, jangan sampai event-event berikutnya kita tidak dipercaya. Jadi, Bu Khofifah dan Risma harus duduk bersama, jika serius ingin pelaksanaan Piala Dunia berjalan baik.” kata politisi kelahiran Bawean, Gresik itu.
Sementara itu Anggota DPRD Jatim lainnya, Adam Rusydi, juga menyarankan Khofifah dan Risma duduk bersama fokus mempersiapkan Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang. Kedua kepala daerah itu harus berbagga salah satu venue Pildun akan ditempatkan di Ibu Kota Jatim, yakni Kota Surabaya. Bu Khofifah dan Bu Risma harus duduk bareng. Kekurangan di provinsi harus ditutupi oleh surabaya, demikian sebaliknya kekurangan di surabaya harus dicover oleh Pemprov Jatim. Sehingga pelaksanaan Piala dunia bisa maksimal. Katanya
Dalam kesempatan itu, Adam mengecam keras tindakan Pemkot Surabaya, yang mengunci pintu masuk Stadion GBT Surabaya yang akibatnya Menpora Zainuddin Amali tidak bisa meninjau ke dalam stadion. Bahkan tidak ada satu pun petugas atau pengelola stadion dan pejabat Pemkot Surabaya, yang menyambut kedatangan Menpora. Yang jelas, Dispora Kota Surabaya tidak beretika. Karena Menteri datang untuk meninjau kesiapan Pialadunia malah tak dianggap. Karena itu Dispora Surabaya harus ditegur keras agar hal serupa tidak terulang. karena ini pelecehan terhadap menteri, kepanjangan tangan Presiden RI. Katanya










