Komitmen Wujudkan Sistem Pertanian Berbasis Teknologi
Komitmen Wujudkan Sistem Pertanian Berbasis Teknologi
Komitmen Wujudkan Sistem Pertanian Berbasis Teknologi
Di era modern ini, masyarakat Jawa Timur khususnya petani harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu, para petani harus dapat melek teknologi dalam mengelolah produk pertanian berbasis teknologi
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, dr Agung Mulyono mengatakan, para petani harus membentuk suatu kelompok, atau yang biasa disebut Gapungan Kelompok Petani (Gapoktan) dalam mengelolah produk pertaniannya.
Agung menjelaskan, gapoktan-gapoktan tersebut nantinya harus fokus terhadap produk yang menjadi unggulan. Jika gapoktan sudah terbentuk, dan mempunyai produk unggulan, Agung bisa memetakan gapoktan yang layak diberi bantuan alat.
"Kelompok sudah terbentuk. Yang terpenting fokusnya dimana produk unggulannya itu. Dari situ kita petakan, apakah kita memungkinkan Intervensi alat," ujar Agung.
Politisi asal Partai Demokrat itu mengaku DPRD hadir untuk memberi sarana prasarana berupa alat pertanian dengan harapan petani melek teknologi dan bisa menggunakan teknologi. Mengingat di era teknologi seperti saat ini, pengelolaan hasil pertanian tidak lagi dikerjakan secara manual, melainkan dengan mesin.
"Komisi B ini kan baru bagi saya sehingga saya meraba-raba dulu. Tapi kalau pertanian saya tidak asing lagi, sehingga bisa dioptimalkan," paparnya.
Anggota Komisi B DPRD Jatim itu menyebut Bulan November merupakan peralihan musim dari kemarau ke musim hujan. Namun dirinya optimis petani sudah paham betul, tanaman yang layak ditanam di musim hujan. Maka, sebagai wakil rakyat, Agung terus memotivasi petani agar tetap eksis dalam menghasilkan produk pertanian.
"Saya yakin kalau hadir justru mengingatkan pasti tahu kalau musim hujam tanam apa, musim kemarau tanam apa. Kita ingatkan media, kita datang motivasi dalam rangka eksis," tegasnya










