gerbang baru nusantara

Cetuskan Pembangunan Satu Dusun Satu Mushola

Cetuskan Pembangunan Satu Dusun Satu Mushola

Nurul
Selasa, 03 Desember 2019
Bagikan img img img img

Cetuskan Pembangunan Satu Dusun Satu Mushola 

Permasalahan Infrastruktur dan fasilitas umum masih banyak dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Madiun, Kota Madiun dan Kabupaten Nganjuk. Khususnya dari masyarakat yang hidup di pelosok desa. Setidaknya, hal inilah yang akan dicarikan jalan keluar oleh Bayu Airlangga, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur dari Daerah Pemilihan XI yang meiliputi tiga daerah itu. Selasa (3/12)

Fasilitas umum yang dianggap sangat perlu mendapat perhatian adalah pembangunan tempat ibadah. Bisa dalam bentuk Mushola atau Masjid baru. Pasalnya, tidak semua dusun atau Desa di Madiun memiliki tempat ibadah. Bahkan ada beberapa desa yang kalau pergi Sholat Jumat harus ditempuh dengan jalan kaki sangat sejauh. “Pembangunan tempat ibadah masih perlu ditingkatkan lagi, terutama di desa atau dusun-dusun di Madiun,” urai Bayu Airlangga.

Politisi muda dari Partai Demokrat ini mengaku punya target untuk membangun Mushola baru di sejumlah Dusun yang tersebar di 206 Desa di Madiun. “Bagus lagi kalau kita berhasil memprogramkan nanti satu dusun satu Mushola,” terang Bayu.

Saat ini pembangunan Mushola baru cukup dibutuhkan masyarakat. Pada saat kampanye lalu, Bayu bersama para relawannya sudah membantu perbaikan beberapa masjid dan Mushola. Seperti di Kecamatan Kare Kabupaten  Madiun. Di daerah tersebut, bahkan masyarakatnya kalau jumatan harus berjalan lebih dari 2 kilometer menuju masjid terdekat. “Maka nanti kita fokuskan membantu masyarakat kecil kalau ingin ke masjid atau mushola tidak lagi jauh. Karena tidak semua warga memiliki kendaraan, mereka banyak yang jalan kaki, kan kasihan. Apalagi jalanya naik turun,” ungkap Bayu.

Pembangunan Mushola Baru untuk warga di tiap desa yang jumlahnya sekitar 206 desa itu perlu dilakukan. Rencananya setiap dusun ada satu Mushola. “Ini perlu menjadi perhatian bagi bantuan dana hibah dari pemprov agar dipergunakan sebaik mungkin untuk melengkapi fasilitas dan sarana umum bagi masyarakat,” terang Ketua Muda-Mudi Demokrat ini 

Sedangkan untuk Kabupaten Nganjuk, lanjut Bayu, problem masalah infrastruktur di desa-desa menjadi bagian tak terpisahkan untuk segera ditangani serius oleh pemerintah. Baik itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemeritah kabupaten setempat. Misalnya di daerah Nganjuk, masyarakat masih banyak ‘menikmati’ kerusakan jalan di desa-desa.  “Meskipun saya bukan duduk di komisi D (Pembangunan) tapi saya tetap memperjuangkan infrastruktur. Terutama di Nganjuk, jalan desa banyak dalam kondisi rusak. seperti di daerah Kecamatan Patian Rowo, Desa Sawahan Kecamatan Lengkong dan sejumlah tempat lainnya,” papar Bayu Airlangga.

Wakil Ketua Komisi A (Hukum dan Pemerintahan) DPRD Jatim ini menyebut, jalan yang rusak tersebut sebagian besar juga imbas dari pembangunan jalan tol. Karena dulu saat proses pembangunan digunakan untuk akses truck muat pasir untuk pengurukan jalan tol. Namun hingga jalan tol sudah selesai, namun tanggung jawab untuk membenahi jalan desa yang rusak belum dilakukan. Belum lagi beberapa jalan di sejumlah desa yang belum diaspal. juga masih kerap ditemui di beberapa kecamatan. “Seperti jalan desa di Madiun, akses ke Desa Pulung Kecamatan Saradan, jalannya banyak yang belum dia Aspal ini perlu segera mendapat perhatian dari kami,” pungkas Bayu

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu