Dewan Jatim Sebut Bawang Merah Probolinggo Diminati Negara Thailand
Dewan Jatim Sebut Bawang Merah Probolinggo Diminati Negara Thailand
Dewan Jatim Sebut Bawang Merah Probolinggo Diminati Negara Thailand
Bawang merah asal Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo semakin diminati oleh Thailand. Dalam setahun bisa tiga kali diekspor ke Negeri Gajah Putih sebanyak 1200 ton. Ketua Dewan Penasihat DPD Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Jatim, H. Ahmad Hilmi ,S,Ag mengatakan, ekspor produk pertanian ini sudah berlangsung sejak pertengahan tahun 2018.
Menurut Ahmad Hilmi yang juga Anggota DPRD Jatim mengatakan bahwa angka ekspor tersebut masih tergolong kecil karena kebutuhan bawang merah Thailand mencapai 2000 ton.
“Cuma hari ini kita mempertanyakan ke pusat bagaimana caranya agar ekspor berlanjut karena banyak petani bawang Probolinggo mempertanyakan masalah pemasaran ,”ucap Gus Hilmi, Minggu ( 8/12).
Putra Anggota DPR RI, Anisyah Syakur itu menegaskan, bahwa kualitas bawang merah Probolinggo tidak kalah dengan bawang dari Brebes Jawa Tengah dan daerah lainnya. Bawang Probolinggo cenderung bentuknya kecil, tidak banyak air, dan pedasnya berbeda dengan dari Brebes.
Menurut Ahmad Hilmi yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat DPD Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Jawa Timur menyampaikan saat ini produk bawang Probolinggo sangat melimpah. Maka sangat disayangkan jika pengembangan pasar bawang merah di Probolinggo tidak ditingkatkan, baik oleh Pemkab Probolinggo, maupun Pemprov Jatim.
“Selain Thailand, kita akan menyisir Malaysia dan Singapura. Harapannya ekspor ke Asia dulu karena kebutuhan bawang banyak,” katanya.
Gus Hilmi meminta supaya Pemerintah pusat agar menghentikan impor bawang dulu selama petani bisa memasarkan produknya sendiri. " Pemerintah sebaiknya memberi varietas-varietas baru yang baik dan unggul. Jangan impor, selama bisa memasarkan produknya sendiri. Kalau impor bisa membunuh petani bawang,” katanya.
Politisi asal Fraksi PKB Jatim ini optimistis bisa mencukupi permintaan Thailand asalkan pemerintah memberi perhatian ke petani bawang. Disisi lain, diperlukan upaya mempermudah sirkulasi pupuk sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam distribusinya.
“Karena selama ini kurang perhatian dari pemerintah soal pemasaran dan keterlambatan pupuk. Dari Brebes dan Probolinggo kita tingkatkan, bisa mencukupi. Kalau bisa diselesaikan, stok tidak akan kurang,”pungkasnya











