gerbang baru nusantara

Komisi C Dukung Percepatan Pengisian Direktur Bank Jatim dan Bank UMKM Yang Kosong - Ikuti Tes OJK Dulu Baru Diputuskan Dalam RUPS

Komisi C Dukung Percepatan Pengisian Direktur Bank Jatim dan Bank UMKM Yang Kosong - Ikuti Tes OJK Dulu Baru Diputuskan Dalam RUPS

Riko Abdiono
Jumat, 27 Desember 2019
Bagikan img img img img

Komisi C Dukung Percepatan Pengisian Direktur Bank Jatim dan Bank UMKM Yang Kosong  - Ikuti Tes OJK Dulu Baru Diputuskan Dalam RUPS

Komisi C DPRD Jatim mendukung upaya percepatan pengisian beberapa direktur yang ada di PT Bank Jatim Tbk dan Bank UMKM Jatim yang saat ini masih lowong. Pasalnya, jika hal itu dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan kinerja BUMD milik Pemprov Jatim menjadi tidak maksimal.

"Sekarang ini sudah dibuka pendaftaran calon direktur Bank Jatim dan Bank UMKM sampai tanggal 3 Januari 2020. Saya pesan karena sudah ada pengalaman usulan RUPS Bank Jatim ditolak OJK, maka polanya diubah yakni OJK dulu baru diputuskan dalam RUPS," ujar Moh Fawait selaku ketua Komisi C DPRD Jatim, Jumat (27/12/2019).

Lebih jauh politisi asal Fraksi Partai Gerindra berharap kandidat yang lolos seleksi direksi Bank Jatim maupun Bank UMKM nanti adalah orang-orang profesional yang memiliki kemampuan untuk membesarkan bank plat merah untuk kesejahteraan masyarakat Jatim.   

Khusus kepada Bank Jatim, Komisi C juga meminta menjaga profesionalisme agar jangan sampai kasus matahari kembar di Bank Jatim cabang Jember terulang di Kabupaten/Kota yang akan menggelar Pilkada serentak 2020.

"Walaupun Bupati/Walikota itu pemegang saham Bank Jatim Cabang Kabupaten/Kota tapi mereka tak boleh intervensi terlalu dalam ke manajemen karena bisa mengganggu independensi dan profesionalisme perusahaan Perseroan Terbatas," tegas Fawait mewanti-wanti. 

Sementara untuk Bank UMKM, lanjut politisi asal Jember, pihaknya berharap bisa meningkatkan kredit kepada para petani dan pelaku UMKM. Mengingat, UMKM terbukti mampu bangkit menumbuhkan perekonomian di tengah perekonomian global mengalami fluktuasi bahkan cenderung lesu. 

"Kami harap ke depan, Bank UMKM fokus ke sektor pertanian. Sebab NPL (Non Performing Loan) bank UMKM k sektor pertanian sangat kecil padahal dari sisi kelayakan usaha sektor pertanian justru paling bagus," kata Ketua Komisi C DPRD Jatim.

Di sisi lain, walaupun pertumbuhan ekonomi Jatim diatas rata-rata nasional, namun angka kemiskinan justru masih diatas rata-rata nasional. "Kemiskinan terbesar di Jatim itu di pedesaan yang maoritas bermatapencaharian sebagai petani. Kalau Bank UMKM fokus pertanian, kami yakin angka kemiskinan juga bisa turun signifikan," dalih Fawait. 

Untuk mendorong Bank UMKM fokus sektor pertanian, Komisi C DPRD Jatim juga akan mengusulkan penambahan modal kepada Gubernur Jatim. "Tentunya Bank UMKM harus bisa menunjukkan lebih dulu kinerjanya dan melengkapi struktur yang ada. Jika sudah begitu kami siap menginisiasi penambahan modal kepada Bank UMKM,"  jelas Fawait

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu