gerbang baru nusantara

Komisi E Minta Double Track Jangan Berhenti pada Program Saja

Komisi E Minta Double Track Jangan Berhenti pada Program Saja

Siti
Kamis, 02 Januari 2020
Bagikan img img img img

Komisi E Minta Double Track Jangan Berhenti pada Program Saja

Gagasan double track yang difokuskan untuk lulusan SMA/SMK yang tidak bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi diharapkan Komisi E DPRD Jatim tidak berhenti pada program saja.Tapi bagaimana mereka bisa magang di perusahaan besar hingga mampu menyiapkan menjadi entrepreneur handal.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Artono menegaskan jika program yang pernah digagas Pakde  Karwo dan kini dilanjutkan Khofifah Indar Parawansyah sebagai Gubernur Jatim sangat bagus karena untuk menyiapkan tenaga kerja dari lulusan SMA/SMK yang tak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun lebih dari itu, Pemprov Jatim harus memikirkan perusahaan besar untuk magang atau BUMD hingga tenaga trainer yang handal  yang menguasai lapangan.

"Jangan sampai gagasan ini hanya berhenti pada program saja. Tapi bagaimana kelanjutanya hingga siswa mampu bekerja atau menjadi entrepreneur yang handal. Tentu semuanya harus disiapkan anggaran yang cukup dan pasar,"ungkap Politisi asal PKS ini, Rabu (1/1/2020)

Ditambahkan pria yang kini menempuh S3 di Universitas Brawijaya Malang ini untuk kelulusan SMA/SMK yang ingin bekerja seharusnya di magangkan ke sejumlah perusahaan besar seperti Maspion atau disejumlah BUMD milik Pemprov seperti PT. Bank Jatim untuk lulusan yang menguasai bidang administrasi. Sementara bagi mereka yang ingin menjadi entrepreneur yang handal harusnya dimagangkan di UMKM. "Bukan sebaliknya jangan di magangkan di perusahaan besar, tentunya dia akan berpikir kesulitan untuk menjadi seorang etrepreneur," tegas pria yang juga pengusaha ini.                                  

Selain itu, perlu disiapkan kemudahan dalam memproleh kredit perbankan dengan bunga rendah. Memang selama ini pelaku UMKM sering kesulitan mendapatkan kredit usaha karena disinyalir kredit tersebut jatuh pada para konglomerat tapi mengatas namakan UMKM. Adapun pemerintah pusat sendiri di APBN telah menyiapkan dana KUR untuk tahun ini sebesar Rp190 triliun.

"Memang seharusnya ada pengawasan ketat yang dilakukan oleh dewan untuk menjadikan  bantuan modal dari pemerintah  tersebut agar tepat sasaran," lanjutnya. 

Disisi lain untuk pasar penjualan juga harus disiapkan oleh pemerintah. Sehingga produk UMKM bisa bersaing di luar negri. Sebagai contoh Cina dimana produk UMKM bisa bersaing di manca negara.  Ini karena pemerintah Cina memberikan subsidi pada produk UMKM yang mau dijual diluar negeri. Tak heran harga produk Cina murah, sementara pelaku usaha UMKM tetap untung. 

Seperti diketahui Double Track merupakan program unggulan Provinsi Jawa Timur di bidang pendidikan. Double Track merupakan pelaksanaan KBM (kegiatan belajar mengajar) reguler dan menyelenggarakan kegiatan pembekalan keterampilan secara berdampingan sesuai dengan kearifan lokal.

Intinya progam ini ditujukan pada Sekolah SMA/MA yang memiliki lebih dari 50 persen lulusan yang tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan formal dan program keterampilan kewirausahaan secara bersamaan.

Double Track ini menuai peminat yang cukup tinggi. Bahkan di tahun kedua pelaksanaanya, total 14 ribu siswa dari 157 lembaga SMA negeri di Jawa Timur yang tergabung dalam program tersebut.     Jumlah itu meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya diikuti 9009 siswa dari 86 lembaga.

Berbeda di tahun lalu yang fokus di daerah Trenggalek, Bojonegoro, Madura dan Situbondo. Tahun ke dua ini pelaksanaan hampir diikuti merata oleh lembaga sekolah di Jawa Timur.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dindik Jatim, Ety Prawesti menuturkan, saat ini pelaksanaan Double Track di tahun kedua masih bersifat ToT ( Trainer if Trainer). Berbeda dengan tahun lalu, untuk pelaksanaan di tahun ke dua ini pihaknya mewajibkan satu sekolah satu produk. Khususnya di bidang multimedia.

“Kami terus mendorong agar para siswa bisa menghasilkan produk produk bernilai jual tinggi. makanya itu, kami lakukan evaluasi kemarin di tahun pertama pelaksanaan,” ujar dia

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu