Komisi E Jatim Ajak Hearing Kasek dan MKKS Program Tistas
Komisi E Jatim Ajak Hearing Kasek dan MKKS Program Tistas
Komisi E Jatim Ajak Hearing Kasek dan MKKS Program Tistas
Kunjungan Komisi E (Kesra) DPRD Jatim dalam rangka implementasi Perda No.11 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, terkait Sosialisasi Program Pendidikan 2020 dengan kepala sekolah SMA/SMK Negeri dan Swasta serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se Mojokerto di SMK Negeri 2 Kota Mojokerto pada Kamis (2/1), nampaknya banyak masukan yang didapat wakil rakyat untuk perbaikan penyelenggaraan pendidikan di Jawa Timur kedepan.
Rombongan Komisi E DPRD Jatim beranggotakan sekitar 15 orang dipimpin oleh Artono selaku wakil ketua Komisi bidang Kesra didampingi Kabiro Kessos Pemprov Jatim Hudiyono, perwakilan Bappeda Jatim Sigit Panuntun dan Plt Kacabdin Kota Mojokerto Puji serta Kasek SMK Negeri 2 Kota Mojokerto.
Dalam sambutannya, Artono mengatakan tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mendapatkan masukan terkait penyelenggaraan pendidikan, khususnya pelaksanaan program doubel track di SMA serta pendidikan gratis dan berkuallitas untuk SMA/SMK di Jawa Timur. "Kami berharap para pemangku pendidikan di Mojokerto berorientasi agar para lulusan SMA, lebih khusus lulusan SMK bisa siap kerja atau menjadi wiraswasta, agar bonus demografi yang terjadi di Jatim tidak menjadi masalah baru," ujar Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jatim.
Ia juga berharap para siswa SMK saat magang diarahkan magang ke perusahaan yang bonafit agar kompetensi mereka bisa meningkat. "Sekolah juga jangan terlena hanya mengejar sertifikasi kerjasama dengan PT, penghargaan atau piala. Sebab sudah banyak fakta mereka yang pernah mengukir prestasi hingga tingkat internasional tidak jadi apa-apa karena kurang mendapat apresiasi dari pemerintah," dalih alumnus ITS ini.
Senada, wakil ketua Komisi E DPRD Jatim lainnya, Hikmah Bafaqih menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada, lulusan SMK di Jatim banyak yang menganggur. Hal itu harus dicarikan solusi secepatnya. Bahkan kalau perlu para guru memberikan pendekatan personal dengan menjadikan siswa seb agai subyek pendidikan. “Kalau perlu SMA/SMK menggandeng Perguruan Tinggi yang ada jurusan psikologi supaya mahasiswanya bisa magang disitu untuk membantu melakukan pendekatan personal kepada siswa kelas XI. Harapannya pihak sekolah bisa melakukan mapping mana siswa berpotensi melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi atau menjadi enterprenure," jelas ketua PW Fatayat NU Jatim ini.
Sementara itu, Plt Kacabdin Kota Mojokerto Puri menjelaskan bahwa jumlah SMA/SMK negeri di Kab/Kota Mojokerto sebanyak 24 buah. Sedangkan SMA/SMK swasta sebanyak 132 buah. "Hasil musyawarah dengan MKKS se Mojokerto ada dua program utama tahun 2020, yaitu penguatan manajemen sekolah (kepala sekolah), dan penguatan layanan sekolah melalui peningkatan kompetensi para guru," katanya











