gerbang baru nusantara

Bayi Meninggal Di Kandungan Karna Tak Ada Dokter Spesialis, Dewan Jatim Prihatin

Bayi Meninggal Di Kandungan Karna Tak Ada Dokter Spesialis, Dewan Jatim Prihatin

Fadly
Kamis, 09 Januari 2020
Bagikan img img img img

Bayi Meninggal Di Kandungan Karna Tak Ada Dokter Spesialis, Dewan Jatim Prihatin

DPRD Jatim berharap adanya pemerataan dokter spesialis di beberapa rumah sakit daerah khususnya di rumah sakit di kepulauan.

“Kabar meninggalnya bayi dalam kandungan yang harus operasi cesar tapi tak tertolong karena tak ada dokter spesialis di kepulauan Bawean mengundang keprihatinan kami. Ini masalah kelahiran manusia merupakan tugas utama kita semua,”ungkap Anggota DPRD Jatim Samwil.

Politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan peristiwa tersebut merupakan pelajaran bagi semua pihak khususnya Pemprov Jatim dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah.

“Diakui Jatim saat ini kurang dokter spesialis. Oleh sebab itu di tahun 2020 ini kami berharap Pemprov dalam rekrutmen pegawai difokuskan untuk posisi dokter spesialis untuk penempatan di daerah,”jelas pria kelahiran Bawean ini.

Diterangkan oleh Samwil, Pemprov Jatim harus bisa ambil kebijakan jika kabupaten tidak bisa mewadahi. “Harus ada koordinasi antara Pemprov Jatim atau pemerintah setempat untuk pengadaan dokter spesialis  didaerah khususnya untuk di wilayah kepulauan,”jelasnya.

Ditambahkan oleh Samwil, selain dokter spesialis, juga perlu adanya pengadaan peralatan dirumah sakit di daerah.

“Perlu ada pengadaan bertahap untuk pengadaan peralatan kesehatan di rumah sakit di daerah. Bagaimanapun juga harus dipenuhi guna memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat,”tutupnya.

Pelayanan kesehatan di Pulau Bawean yang merupakan pulau terluar Kabupaten Gresik kembali menyengsarakan warga. Setelah kabar penolakan karena tidak adanya dokter spesialis anak, kali ini pasien ibu melahirkan telah kehilangan bayinya saat masih di dalam kandungan.

Mirisnya lagi, bayi dari Ernawati (24), warga Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura tersebut masih belum bisa dikeluarkan hingga sekarang sekarang. Sebab dokter yang menangani tidak ada

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu