Ditengah Kesibukan Partai, Sri Untari Mampu Sabet Gelar Doktor
Ditengah Kesibukan Partai, Sri Untari Mampu Sabet Gelar Doktor
Ditengah Kesibukan Partai, Sri Untari Mampu Sabet Gelar Doktor
Meski disibukan dengan urusan partai, namun Ketua Fraksi PDIP Jatim, Sri Untari mampu menyabet gelar Doktor di Universitas Brawijaya Malang. Tak tanggung-tanggung nilai yang didapatkan sangat memuaskan.
Diklarifikasi usai ucapan selamat oleh seluruh Anggota, perempuan ayu berjilbab ini mengaku untuk mendapatkan gelar doktor dibidang Ilmu Administrasi Publik ini, Ibu tiga Putra ini harus berjibaku dengan urusan partai. Tak heran Sri Untari harus menempuhnya selama tujuh tahun.
"Sebagai orang partai tentunya saya harus mendahuluksn urusan partai. Karenanya, meski masuk 2011 akhir saya sempat berhenti dua kali yaitu 2014 saat Pileg dan 2018 saat Pilgub Jatim. Baru kemudian melanjutkan lagi pada 2017 dengan mengumpulkan materi dan menggelar FGF baru kemudian 2019 saya ngebut dan Alhamdulillah akhirnya kelar juga.Namun karena saya juga duduk sebagai Ketua Koperasi SBW, maka tentunya desertasi saya tidak jauh dari itu semua," papar Sri Untari yang juga Sekretaris DPW PDIP Jatim ini.
Namun terlepas dari itu semua keluarganya yang terdiri suami dan tiga putranya mendukung penuh Sri Untari yang mencoba untuk mengambil S3.
Ditambahkan perempuan murah senyum ini dalam tesisnya yang mengangkat soal pemberdayaan perempuan dalam modal sosial ini lebih menitik beratkan bagaimana jalur ideologi untuk mengembangkan perekonomian kerakyakyatan. Diantaranya melalui koperasi yang berbasis pada tanggung renteng.
"Jujur karena saya ini lama sebagai orang koperasi, sehingga tahu bagaimanana pemberdayaan perempuan lewat koperasi dengan berbasis tanggung renteng ternyata mampu mengangkat mereka. Ini setelah saya melakukan kajian dan analisis ternyata koperasi dengan sistem modal tanggung renteng memiliki kekuatan yang sangat luar biasa yaitu kuat, kokoh dan mandiri,"paparnya.
Adapun pengujinya dalam desertasinya tersebut tak main-main, yaitu sebanyak sembilan orang yang terdiri dari lima profesor dan empat doktor. "Alhamdulillah akhir 2019 semuanya sudah kelar. Bahkan para penguji mengatakan jika saya lulusan yang istimewa,"papar Untari yang dalam S3nya mengambil jurusan Ilmu Admistrasi Publik











