DPRD Jatim Dorong Pemprov Jatim Dukung Buka SMK Perminyakan di Madura dan Tuban
DPRD Jatim Dorong Pemprov Jatim Dukung Buka SMK Perminyakan di Madura dan Tuban
DPRD Jatim Dorong Pemprov Jatim Dukung Buka SMK Perminyakan di Madura dan Tuban
Anggota DPRD Jatim dari Dapil Madura, Zainal Abidin mendesak kepada Dinas Pendidikan Jatim agar segera membuka SMK Perminyakan di Pulau Garam Madura. Alasannya, di Madura banyak prusahaan tambang minyak yang melalukan eksplorasi dan eksploitasi minyak di wilayah perairan (offshore), namun sayangnya para pekerjanya bukan berasal dari Madura.
"Minimnya warga Madura yang bekerja di perusahaan tambang minyak di Madura karena mereka tidak memiliki ketrampilan yang dibutuhkan dalam usaha perminyakan," kata Zainal Abidin anggota DPRD Jatim asal Sumenep Madura saat dikonfirmasi di kantor DPRD Jatim, Kamis (27/2/2020).
Mantan kepada Bappeprov Jatim itu mengakui langkah pembukaan SMA Perminyakan di Madura memang sedikit terlambat dibanding Bojonegoro yang sudah jemput bola begitu Blok Cepu akan dieksploitasi. "Makanya tenaga kerja perminyakan sekarang dikuasai oleh orang-orang Bojonegoro," jelas Zainal.
Kendati demikian, pembukaan SMK Peminyakandi Madura masih relevan, mengingat kontrak kerja wilayah pertambangan di Pulau Madura jangka waktunya masih cukup panjang. "Paling tidak SMK yang membuka jurusan sudah tidak update bisa digantikan dengan jurusan perminyakan," pinta Zainal Abidin.
Masih di tempat yang sama, Kadis Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi menyatakan sangat mendukung jika SMK di Madura maupun Tuban membuka jurusan perminyakan karena di daerah tersebut banyak berdiri perusahaan tambang minyak.
"Memang saya sudah meminta kepada semua kepala SMK di Jatim untuk mengevaluasi kompetensinya masing-masing. SMK itu masih dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri tidak, serta melihat peluang dunia usaha dan dunia industri kompetensi apa yang masih dibutuhkan," ujar Wahid Wahyudi.
Khusus untuk SMK Perminyakan, lanjut Wahid pihaknya sepakat bagi daerah yang memiliki wilayah pertambangan atau kilang minyak membuka SMK perminyakan. Seperti, di Madura, Tuban, Bojonegoro dan lainnya.
"Yang penting kita harus berpikir dunia pendidikan jangan menjadi penyumbang pengangguran. Tetapi dunia pendidikan itu harus memberikan kompetensi kepada siswanya supaya saat dia keluar memiliki kompetensi untuk bekerja sehingga menjadi manusia-manusia produktif untuk mengantarkan menjadi negara maju," pungkasnya











