Pemprov Jatim Perlu Gandeng Ponpes Tangani Covid-19
Pemprov Jatim Perlu Gandeng Ponpes Tangani Covid-19
Pemprov Jatim Perlu Gandeng Ponpes Tangani Covid-19
Melonjaknya angka sebaran covid-19 di Jawa Timur perlu mendapatkan perhatian serius agar jumlah orang yang terinfeksi virus corona bisa diminimalisir. Pemprov Jatim perlu menggandeng pondok pesantren dalam percepatan penanganan covid-19
Anggota DPRD Jatim, Muhammad Fawaid mengatakan, di Jatim jumlah pesantren sangat banyak. Maka Pempov bisa melibatkan pondok pesantren yang ada di Jawa Timur
"Beberapa Kiai dan gus-gus menyampaikan ke kami bahwa pentingnya melibatkan pesantren dalam penangan covid-19 ini," ujar Fawaid.
Pria yang akrab dipanggil Gus Mufa ini, pesantren bisa dihuni oleh ratusan atau ribuan santri dari berbagai daerah selama 24 jam. Pesantren tidak hanya mengajarkan agama saja, tetapi juga ikut mengembangkan lingkungan sekitar. Seperti halnya pemberdayaan ekonomi.
Di tengah pandemi covid-19 santri di pesantren bisa rentan terinfeksi virus. Maka, ribuan santri harus diliburkan untuk mencegah penularan virus.
Penyebaran covid-19 itu tidak berdampak pada santri saja, tetapi juga masyarakat sekitar pesantren.
"Baik itu urusan kesehatan maupun ekonomi masyarakat sekitar yang pergerakan ekonomi biasanya berjalan, harus terhenti seketika karena pesantren rata-rata diliburkan," katanya.
Pengasuh Ponpes Nurul Chotib ini mengaku para santri akan kembali ke pesantren setelah perayaan Idul Fitri. Untuk itu, Pemprov Jatim harus menggandeng pesanten untuk penanganan virus corona.
"Selain mengedukasi santrinya, pesantren juga bisa melakukan edukasi pada masyarakat sekitar. Sehingga bisa lebih mudah diterima daripada pihak di luar pesantren," tuturnya.
Sementara, Pengasuh PP Langitan Tuban, KH Maksum Faqih menyayangkan pemerintah belum menyentuh pesantren untuk diajak bekerjasama dalam menangani covid-19. Padahal pesantren memiliki ribuan santri dan Juga sangat rentan tertular virus corona.
"Harusnya pesantren bisa diajak bicara dan diberikan solusi langkah yang harus dihadapi," pintanya.
Pria yang akrab dipanggil Gus Maksum ini menyebut selama ini pesantren dibiarkan sendiri untuk melawan virus corona.
Padahal pesantren harus merawat lingkungan sekitar. Seperti halnya warga sekitar.
Warga sekitar pesantren ini mayoritas masyarakat kurang mampu. Untuk itu, Gus Maksum menagih janji pemerintah yang akan memberikan bantuan kepada warga terdampak.
"Kapan bantuan dari pemerintah ini. Katanya akan segera dibagikan, kapan bantuan itu datang. Yang pasti pengasuh pesantren dan para gus saat ini sibuk menenangkan warga di bawah," ungkapnya.
Gus Maksum menilai warga masih bisa menahan diri karena di Bulan Ramadan. Dirinya khawatir terjadi gesekan kalau warga dibiarkan kelaparan.
"Kami khawatir akan terjadi gesekan. Kalau sudah ada gesekan di bawah siapa yang bisa menenangkan? Nanti ujungnya tetap para Kiai yang pasti dijadikan garda di depan," pungkasnya.










