Anik Maslachah Dewan Jatim Kritisi PSBB Tahap 3
Anik Maslachah Dewan Jatim Kritisi PSBB Tahap 3
Anik Maslachah : Dewan Jatim Kritisi PSBB Tahap 3
Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3 mendapat kritik Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Selasa (26/5). Sebab masih tingginya jumlah penderita covid-19, membuat tahapan PSBB sebelumnya tidak efektif.
Wakil ketua DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah menjelaskan agar pemerintah lebih memperketat lagi penjagaan, sweping dan penegakakan sangsi. "Harus lebih diperketat penjagaan dengan penegakan sangsi," tandas Anik Maslachah.
Politisi PKB ini menambahkan memperbanyak PCR test pada semua komunitas, baik pabrik, masjid, mushollah. "Bila hasilnya reaktif, dilanjut swab dan langsung tracking secara cepat pada keluarganya," kata dia.
Lanjut Anik Maslachah, bila hasil swab positif, langsung masuk rumah sakit rujukan atau darurat. "Jangan isolasi mandiri, karena selama ini tidak efektif," tutur dia.
Sementara itu pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya jilid II, Provinsi Jawa Timur kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Indonesia dengan penambahan sebanyak 233 kasus baru. “Hari ini kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim ada tambah sebanyak 233 kasus baru sehingga total ada 3.875 kasus positif covid-19 di Jatim. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.839 orang (77,95%) masih dirawat, 506 orang (13,06%) dinyatakan sudah sembuh dan 303 orang (7,82%) yang meninggal dunia,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Menurut orang nomor satu di Pemprov Jatim, penambahan kasus baru yang terkonfirmasi positif masih didominasi Kota Surabaya sebanyak 120 kasus, disusul Sidoarjo 30 kasus, Tuban 20 kasus, Kota Kediri 13 kasus, Lamongan 7 kasus, Kab Probolinggo 6 kasus, Bojonegoro 6 kasus, Gresik 6 kasus, Kab Mojokerto 5 kasus, lumajang 4 kasus, Jombang 4 kasus, Magetan 4 kasus, KOta Probolinggo 3 kasus, Trenggalek 2 kasus, Banyuwangi 1 kasus, Nganjuk 1 kasus, Pamekaan 1 kasus dan Kab Pasuruan 1 kasus.
“Kita juga bersyukur karena hari ini pasien yang sembuh bertambah 17 orang yakni 9 dari Surabaya, 2 dari Gresik, 2 dari Kab Probolinggo, 1 dari Jember, 1 dari Kab Kediri, 1 dari Trenggalek, dan 1 dari Sampang. Namun kita turut berduka karena yang meninggal bertambah 9 orang yakni 5 dari Surabaya, 2 dari Sidoarjo, 1 dari Nganjuk dan 1 dari Lamongan,” ungkap Khofifah.










