gerbang baru nusantara

Isi Kejenuhan Pasien Covid-19, DPRD Jatim Siap Hadirkan Psikolog

Isi Kejenuhan Pasien Covid-19, DPRD Jatim Siap Hadirkan Psikolog

Elisa A
Selasa, 02 Juni 2020
Bagikan img img img img

Isi Kejenuhan Pasien Covid-19, DPRD Jatim Siap Hadirkan Psikolog

Pimpinan DPRD Jatim siap menghadirkan psikolog untuk memberi layanan penanganan tambahan pada pasien covid-19 di wilayah Tulunggagung. Tenaga psikolog ini memberikan bantuan agar mereka tidak mengalami kejenuhan dan  tidak mengalami buruknya stamina akibat stres.

Wakil ketua DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah bersama Wakil Ketua Komisi E, Hikmah Bafaqih, serta  Adib Makarim (pimpinan DPRD Tulungagung, Minggu (31/5/2020) saat kunjungan  ke Rusunawa UIN Tulungagung sebagai tempat  isolasi pasien covid 19.

"Mengurangi  kejenuhan  agar tidak menjadikan buruknya stamina akibat stres, maka harus  ada psikiater RSUD ataupun Pemkab Tulungagung  menfasilitasinya," tutur Anik Maslachah.

Politisi PKB ini menambahkan masyarakat yang menjalani isolasi perlu mendapat hiburan seperti televisi untuk mengurangi kejenuhan.  "Alhamdulillah langsung direspon Pak Adib untuk segera di tindaklanjuti," tutur Anik.

Hal penting  harus dilakukan pemangku kebijakan, seperti anggota DPRD, utamanya semua gugus tugas baik provinsi maupun kab/kota untuk memberikan pemahaman dan penyadaran kepada masyarakat, agar ketika masyarakat sudah sembuh dan kembali ke rumah untuk diterima sebagaimana mestinya.

"Mengingat masih dijumpai penolakan-penolakan oleh masyarakat. Mereka menjauhinya karena takut tertular. Disinilah pentingnya edukasi," tandas Anik.

Hingga kini Kabupaten Tulungagung belum memilki Laboratorium PCR tetap. "Kemarin mobil PCR sempat didatangkan, namun karena rame di media akhirnya dibawa lagi ke Surabaya. Sebenarnya Surabaya sudah ada 6 laboratorium PCR, dan ditambah 2 mobil PCR dari BIN.  Mengingat ambulan PCR test itu milik Jatim, maka 38 kab/kota mempunyai hak yang sama. Karenanya saya berharap diprioritaskan bagi daerah yang kurva positifnya naik terus namun tidak memiliki laboraturium PCR test tetap, termasuk Tulungagung," aku Anik Maslacha.

Sementara itu, Hikmah Bafaqih menambahkan, Rusunawa UIN Tulungagung sebagai  isolasi pasien covid 19, tercatat ada 38 pasien (25-nya  terkonfirm positif berdasarkan hasil swab dan mayoritas adalah OTG). Saat ini Tulungagung ada 64 positif,  592 PDP dan  ODP 1.207 orang. "Trend kenaikan  menjadi serius  pemerintah baik propinsi maupun Kabupaten Tulunggagung," kata Hikmah.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu