gerbang baru nusantara

Dewan Akan Berjuang Obat Tradisional Masuk Katalog BPJS

Dewan Akan Berjuang Obat Tradisional Masuk Katalog BPJS

Siti
Senin, 08 Juni 2020
Bagikan img img img img

Dewan Akan Berjuang Obat Tradisional Masuk Katalog BPJS

Tak disangka, Indonesia termasuk negara pemasok bahan baku obat-obatan terbesar di dunia. Dari kebutuhan 40 ribu sekitar 70 persen didatangkan dari Indonesia. Tapi sangat disayangkan penggunaan obat tradisional di Indonesia kurang booming seperti di Cina. Karena itu dewan berharap kedepannya jamu tradisional masuk dalam katalog di BPJS.

Wakil Ketua DPRD  Jatim, Anik Maslachah menegaskan jika obat tradisional di Indonesia mengusai bahan baku di dunia. Tapi sayangnya Indonesia justru impor dalam pemenuhan obat-obatan dengan harga yang cukup mahal. Kedepannya dengan adanya Perda jamu tradisional ini, Jatim akan menjadi pilot projet dalam mengembangkan sejumlah obat tradisional dalam pengobatan fi rumah sakit. Bahkan dewan melalui Menkes berjuang agar obat tradisional bisa masuk dalam katalog di BPJS.

"Kita tahu mengapa obat tradisional belum diminati oleh masyarakat dan namanya kurang populer seperti obat kimia. Ini karena hampir sebagian besar masyarakat kuta yangvikut BPJS merekomendasikan pemakauan obat kimia. Tak heran jika ibat tradisional kurang mendapat perhatian. Untuk itu dengan Perdavobat tradisional ini, bersama Pemprov Jatim dan sejumlah alih farmasi dan obat-obatkan kita akan mendesak Menkes agar nantinya obat tradisional mampu masuk di katalog BPJS',"tegas politisi asal PKB, Senin (8/6/2020).

Ditambahkabnya, jika Jatim aka meniru berdirinya rumag sakit yang nantinya pengobatannya dan resepnya menggunakan obat tradisionsl seperti yang ada di Tawangmsbgu DIY. Namun untuk mendirikannya butuh kerjasama dengan Departemen Kesehatan RI.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Komisi E DPRD Jatim, Hari Putri Lestari.. Dijelaskan politisi asal PDIP Jatim ini jika kondisi BPJS sejak didirikan mengalami devisit. Ini karena beban obat yang ditanggung cukup besar. Dan ini menjado momen bagus masuknya obat tradisional sebagai solusi untuk menekan harga obat-obatan yang terus melambung.

“Memang untuk masuk ke katalog milik BPJS tidak semudah membalik tangan. Perlu ada penelitian dan kerjasama dengan para ahli dan sejumlah perguruan tinggi, jika obat tradisional  aman dikonsumsi. Bahkan dari statmen Bu Khofifah dikatakan jika bahan baku untuk obat dunia 75 persen didatangkan dari Indonesia kemudian kita impor lagi dengan harga yang mahal. Bukankah dari sini kita manfaatkan sendiri untuk pengobatan di masyarakat. Toh sudah puluhan masyarakat kita telah memanfaatka obat tradisional untuk pengibatan,"lanjutnya.

Untuk itu,Komisi E akan berjuang keras agar obat tradisional masuk dalam Perda. Selanjutnya dewan akan mendesak Menkes lewat Pempriv Jatim agar obat tradisional masuk dalam katalog BPJS. Selain harganya murah bahan bakunya mudah dicari. Bahkan masyarakat Indonesia banya menansm di pekarangan rumah kewat tanaman toga

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu