gerbang baru nusantara

Rombongan Komisi D, Monitoring Terminal Lamongan

Rombongan Komisi D, Monitoring Terminal Lamongan

Rahmat Hidayat
Jumat, 14 Agustus 2020
Bagikan img img img img

Komisi D (Pembangunan) DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) melakukan monitoring di Terminal Lamongan, Jum?at (14/8/2020). Mengingat, terminal ini dinilai memiliki potensi, serta lahannya yang cukup luas. Namun sangat disayangkan kondisi saat ini dinilai memprihatinkan lantaran sepi dan tak terawat. Ketua Komisi D (Pembangunan) DPRD Prov. Jatim, Kuswanto mengharapkan keberadaan terminal tipe B pasca dilimpahkannya kewenangan dari kabupaten/kota kepada provinsi supaya lebih dioptimalkan, agar bisa menambah potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Timur. ?Komisi D melihat kenyataan kondisi sepi. Tidak nampak penumpang yang akan bepergian, dapat dipastikan masyarakat Lamongan kalau akan bepergian tidak harus lewat terminal. Hal ini perlu pembahasan khusus kedepannya bersama Dinas Perhubungan Jawa Timur agar bagaimana caranya terminal bisa berfungsi secara maksimal,? jelas Kuswanto. Kuswanto mengakui, terminal Lamongan tidak dapat berfungsi maksimal lantaran masyarakat tak melewati Terminal Lamongan. Karena itu, pihaknya ingin membahas lebih detail agar Terminal Lamongan dapat berfungsi secara maksimal. "Hal ini perlu pembahasan khusus kedepannya bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur agar bagaimana caranya terminal ini bisa berfungsi secara maksimal," lanjut dia. Sementara itu, Anggota Komisi D (Pembangunan) DPRD Prov. Jatim, Masduki menjelaskan, telah menerima masukan dari Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (UPT P3 LLAJ) Lamongan saat melakukan monitoring keseluruh area lahan di Terminal Lamongan,yang memiliki luas 11 hektar lebih dengan ukuran 140 x 80 meter. Karena itu terminal Lamongan tersebut bisa jadi potensi tersendiri kedepan. Politisi dari Fraksi PKB tersebut menilai terminal itu memiliki potensi pengembangan lahan parkir. Ia mengakui parkir yang sudah ada saat ini kurang layak, sempit dan kumuh. Selain itu, ia mengatakan, kawasan terminal dapat dikembangkan juga untuk pembangunan gedung pertemuan. Mengingat, minimnya gedung pertemuan di Lamongan. "Kami berharap terminal ini ke depan bisa menjadi tempat yang sangat indah dan menjadi pilihan masyarakat saat hendak bepergian menggunakan angkutan umum," kata Masduki. Saat ini, lanjut dia, masyarakat masih enggan ke terminal karena kondisinya kurang memadai. Padahal, lahan yang ada masih cukup luas namun belum dimanfaatkan dengan baik. "Makanya kami berharap Dishub Prov. Jatim bisa mengalokasikan anggaran pengembangan Terminal Lamongan kedepan," tutupnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu