gerbang baru nusantara

Pabrik Gula KTM Dan RMI Disebut Untungkan Petani Tebu Di Jatim

Pabrik Gula KTM Dan RMI Disebut Untungkan Petani Tebu Di Jatim

Try Wahyudi
Jumat, 28 Agustus 2020
Bagikan img img img img

Anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto mengatakan keberadaan pabrik gula swasta KTM (Kebun Tebu Mas) Lamongan dan RMI(Rejoso Manis Indo) di Blitar yang ada di Jatim sangat menolong untuk kesejahteraan petani tebu di Jatim. ? Kalau selama ini pabrik gula yang dikelola oleh BUMN atau PTPN tidak langsung melakukan pembayaran terhadap tebu dari petani. Nunggu laku dulu baru dibayar,?jelasnya di kantornya, Jumat (28/8/2020). Dikatakan oleh politisi asal Partai Demokrat ini,berbeda dengan pabrik gula KTM dan RMI yang dinilai menguntungkan petani tebu.? Dari segi positifnya dua pabrik swasta tersebut petani diuntungkan. Pemasukan bagi petani tebu lebih baik untuk nilai rupiahnya daripada pabrik gula yang dikelola PTPN. Apalagi harganya juga lebih tinggi membelinya dari petani,?jelas pria asal Kediri ini. Banyaknya petani mengeluh jika menjual tebunya ke pabrik gula yang dikelola PTPN, kata Subianto, hingga saat ini petani yang menjual tebunya ke PTPN sejak bulan Juli hingga sampai bulan Agustus ini belum terbayarkan oleh pihak pabrik gula yang dikelola PTPN. ? Ada petani mengeluh 100 truk yang mengangkut tebu penuh disetorkan ke pabrik gula milik PTPN belum dibayar sampai sekarang. Lalu kalau system ini tetap dipertahankan, lalu siapa yang membayar penebang tebu.Untuk biaya yang lain untuk siapa. Pemerintah harus memperhatikan neraca perdagangan gula,?jelasnya. Dengan keberadaan pabrik gula swasta yaitu KTM dan RMI, lanjut Subianto sangat membantu para petani tebu di Jatim.? Kalau petani menjual ke KTM dan RMI begitu dikirim, satu hingga dua hari sudah dibayar oleh pihak KTM atau RMI. Bahkan satu minggu dibayar dua kali. Petani sangat senang kalau menjual di KTM dan RMI,?jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu