Pandemi Covid-19 jangan dianggap sebagai musibah yang melemahkan semangat juang hidup warga. Tetapi anggaplah sebagai ujian dari Allah SWT, agar kita bisa lebih tawaqqal kepada sang Kholiq. Penegasan ini disampaikan Gunawan anggota DPRD Prov. Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan. Disampaikan Gunawan, Minggu (13/9/2020) dirinya tetap mengingatkan masyarakat untuk taat protokol kesehatan. Sehingga menghadapi pandemi Covid-19, harus membiasakan diri menjadi masnusia yang selalu hidup bersih. "Pandemi banyak memakan korban baik nyawa maupun korban PHK. Untuk itu semangat hidup dan bekerja harus tetap kita gelorakan didalam hidup ini," terang Gunawan. Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, dengan semangat gotong royong didalam bermasyarakat terus ditingkatkan. Untuk bisa menghadapi pandemi. "Untuk itu saya menghimbau kepada pemerintah bisa membantu pekerja yang terkena imbas PHK. Penguatan modal pekerja yang terimbas PHK juga menjadi tanggungjawab bersama," tegas Gunawan. Terkait pendidikan, Gunawan menyampaikan berubahnya sistem pendidikan dari tatap muka menjadi sistem on line, juga berdampak pada kebutuhan siswa. Hal ini jelas memberatkan orang tua murid. "Dilakukannya pendidikan secara online itu juga memberatkan beban orang tua. Karena itu, banyak kebutuhan orang tua yang membengkak untum memenuhi kebutuhan wali murid," kata dia. Dengan tidak adanya sekolah tatap muka. Tentunya juga berdampak matinya usaha kecil yang menggantungkan dari anak sekolah, seperti penjualan pentol cilok, bakso, makanan kecil. "Mereka ini terdampak dan harus mendapat perhatian pemerintah. Sehingga bisa memperbaiki perekonomian mereka," tandas Gunawan. Melalui protokol kesehatan dengan emmbiasakan diri hidup bersih, sering cuci tangan, ganti pakaian setelah dari luar rumah atau dari tempat kerja, jaga jarak, pakai masker saat keluar rumah. Disampaikan Gunawan sesuai yang disampaikan Rosulullah S.A.W. "Annadhofatu minal iman bahwa kebersihan itu adalah sebagian dari iman," tutup Gunawan.











