Dr Agung Temui Warga Situbondo Lakukan Penyuluhan Covid dan Dorong Hidupkan UMKM
Dr Agung Temui Warga Situbondo Lakukan Penyuluhan Covid dan Dorong Hidupkan UMKM
SITUBONDO INDRAPURA - Masa reses 2 DPRD Jatim yang berlangsung selam 8 hari ke depan, tetap digelar meski pandemi masih berlangsung. Meski hanya dibatasi 50 orang, tetap saja pertemuan antara masyarakat dengan wakil nya di legislatif berlangsung gayeng namun serius. Anggota DPRD Jatim dapil 4 -Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso asal Partai Dsmokrat Dr Agung Mulyono misalnya senin (14/9/2020) memilih mendatangi desa Widoropayung kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo. Bertempat di Ponpes Nurul Yaqin asuhan KH Mohammad Anwar, perwakilan 3 dusun berbincang langsung dengan pria asal Banyuwangi ini. Sebagai anggota komisi B DPRD Jatim yang juga berlatar pendidikan kedokteran, anggota Banggar dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini memanfaatkan reses ini untuk mengingatkan bab resiko tertular Covid 19, dan mendorong untuk tetap semangat membangun ekonomi keluarga. "Saya memiliki sahabat yang karena kelalaiannya akhirnya terpapar corona ini. Padahal pemerintah sudah menghimbau semua agar taati protokol kesehatan. Maka kembali saya mengingatkan diri saya dan panjenengan semua agar kita waspada. Ingat jika kita sampai terpapar maka akan berdampak pada perekonomian keluarga," kata Dr Agung dihadapan perwakilan 3 dusun Widoropayung dan pengurus pondok. Karenanya Dr Agung mewanti wanti agar masyarakat benar benar berhati hati dengan pandemi ini, "Ya caranya disiplin, jangan lalai, pakai masker, cucitangan pake sabun dan jaga jarak," urainya. Meski mengingatkan untuk waspada Covid, politisi yang juga pernah duduk sebagai ketua komisi E DPRD Jatim periode lalu ini, tetap mendorong agar aktifitas ekonomi tetap harus berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan. "Semua terdampak maka itu saya turun ke sini ditempat nya Pak Kyai ini ingin mendorong dan membantu agar panjenengan semua bisa tetap bekerja. Yang tani apa yang bisa kami lakukan, yang UMKM apa yang perlu di fasilitasi. Tapi yang saya bantu dan perjuangkan yang serius gak main main. Gak asal asalan. Kalau sudah di ACC harus berkembang. Kalau tidak jelas maaf saya tidak mau. Saya cari yang bersungguh sungguh. Bukan sekedar memanfaatkan akses yang saya miliki," ungkap Dr Agung tegas. Anggota dewan yang sudah 2 periode menjadi wakil rakyat ini memiliki pengalaman seperti apa mereka mereka yang dibantu, "Kadang ada yang asal asalan , saya gak mau karenanya saya punya prinsip KSSP, Kenal Senang Suka baru Program. Kita harus kenal dulu biar saling senang. Nah kalau sudah senang trus suka. Jenengan suka karena saya bisa bantu, saya senang karena tahu jenengan bisa dipercaya dan yakin membawa manfaat bersama. Baru kita bicara program . Ini strategi saya supaya apa yang saya perjuangkan gak buat main main. Dana atau bantuan yang kita berikan kongkrit untuk kesejahteraan semua. Bukan untuk main main. Serius dan berkesinambungan sedulurannya. Makanya kita taruh pertemuan ini di pondok agar kalau yang tidak serius , hanya maunya ambil untung sesaat, nanti di jewer oleh Pak Kyai," kata politisi menghobi kuliner ini disambut tawa semua yang hadir. Dr Agung menegaskan dorongan untuk UMKM ini harus lah yang sudah berjalan dan memang membutuhkan bantuan dengan tujuan agar lebih maju," Makanya UMKM nya harus jelas, kelompok nya apa, siapa saja, sudah jalan atau baru. Biar mantaunya enak. Kita lebih pada yang sudah jalan, supaya dampaknya terlihat. Jadi nanti setelah pertemuan ini Kita bantu nyari modal ke Bank Jatim. Sebagai tes awal di daerah ini 5 orang lah. Jika dalam prakteknya usai dapat modal trus yang gagal cuma 1, yang lain berhasil dalam pengembangan usaha ini bisa dilanjut. Tapi kalau yg gagal lebih banyak, berarti gak serius. saya gak mau nerusin," urainya lagi. Menurut Dr Agung, dirinya ingin program hulu hilir bisa jalan di desa Widoropayung inj, yaitu mulai nanam, lalu petik terus kemas dan jual benar benar berkualitas. "Nanam ada bantuan pupuk, Petik ada bantuan untuk alat panen, Pemasaran punya pasar jelas. Misal ke puspa agro yang nerima produk masyarakat yang berkualitas. Kalau selama ini asal asalan dan tidak punya SDM untuk mengubah pola tanam agar lebih baik, ini yang kita dorong," kata Dr Agung memaparkan. Ia menegaskan dirinya ingin masyarakat bisa berinovasi dalam menghadapi pandemi ini agar tetap bisa eksis mengembangkan usahanya, "Tadi banyak masukan , usulan baik dari pertanian, peternakan, nelayan, agar bisa di fasilitasi untuk bantuan alat dan modal. Termasuk persoalan yang dihadapi banyak petani yaitu pupuk. Nanti kita iventarisir dengan jelas. Agar bantuan ini nantinya tepat sasaran. Dan mampu menggeliatkan UMKM inovatif dimasa pandemi ini," pungkasnya usai bertemu warga.











