gerbang baru nusantara

Pandemi Covid-19 Perlu Proteksi Harga Susu Sapi

Pandemi Covid-19 Perlu Proteksi Harga Susu Sapi

Adi Suprayitno
Jumat, 16 Oktober 2020
Bagikan img img img img
Pandemi covid-19, Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Nongkojajar Kabupaten Pasuruan harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, terutama soal proteksi harga. Mengingat selama ini suplai susu menjadi komoditas utama. Apalagi ditopang industri susu besar. Seperti PT Nestle, dan Indolakto.
 
"Harus mendapatkan dukungan penuh dipandemi. Yakni proteksi harga. Dimana di tingkat peternak mendapatkan profit yang cukup," pintanya Anggota Komisi B DPRD Jatim, Rohani Siswanto usai mengunjungi KPSP Nongkojajar Kabupaten Pasuruan.
 
Dengan adanya dua industri susu besar, DPRD berharap ada pengembangan. Khususnya koperasi yang mempunyai pioner untuk dapat mengembangkan jumlah anggota untuk suplai susu. Dimana selama ini anggota koperasi hanya di Nongkojajar, bisa menjamah peternak lain seperti di kletur, Purwadadi, dan Prigen. 
 
"Sehingga bisa menyuplai lebih banyak ke pabrik," tuturnya.
 
Rohani menilai selama ini sinergitas Pemerintah dengan peternak dan koperasi. Mengingat di peternak persoalnnya sangat kompleks. Seperti jaminan ketersediaan pupuk untuk rumput pakan sapi.
 
"Karena kompleks persoalannya. Seperti pupuknya. Sapi belum makan. Makan itu butuh rumput, rumput perlu pupuk. Ini tidak masuk di peta," paparnya. 
 
Politisi asal Partai Gerindra itu menegaskan, sangat ironis jika peternak mempunyai lahan luas, namun tak mempunyai kuota pupuk.
 
Persoalan lain adalah soal kebersihan. Mengingat orang ternak sapi pasti ada kotorannya sehingga membutuhkan biogas. Untuk itu, untuk menyelesaikan persoalan ini sangat diperlukan edukasi untuk kesehatan.
 
Proses core bisnis tetep terjamin keberadaannya. Artinya harga susu harus ada standard sehingga tidak membuat pabrik Nestle mencari bahan baku di luar Jatim. Padahal produksi susu masih mungkin bisa dikembangkan di Jatim
 
"Tidak ada standar pasti dengan harga segitu pasti kurang terhadap proses ternak," pungkasnya.
 
Sementara Ketua Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Nongkojajar Kabupaten Pasuruan, Kusnan mengaku pandemi covid-19 tidak membawa dampak sama sekali bagi peternak sapi perah. Produksi susu justru meningkat 10 persen. Setiap hari 6200 Peternak mampu menyetorkan susu
124 ribu liter.
 
"Produksi susu justru meningkat 10 persen. Karena peternak tidak bisa kemana-mana. Karena adanya pandemi akhirnya menekuni usahanya," ungkap Kusnan.
 
Tak hanya itu saja, populasi sapi milik peternak di tiap desa juga bertambah yakni naik 20 persen. Dimana populasi sapi ada 22 ribu ekor
menjadi 25 ribu ekor.
 
"Populasi ada peningkatan. Saat sensus sapi, rata-rata tiap desa ada kenaikan 20% sapi. Sekarang menjadi 25 ribu ekor," katanya.
 
Kusnan menyebut dengan adanya virus corona, KPSP jsutru terpacu untuk memasarkan produk susu ke PT Indolakto, PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory), perusahan lokal di Surabaya, Malang, dan Jakarta. 
 
"Produksi susu naik. Produksi susu sudah tertampug," katanya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu