Peduli Bencana, Ketua DPRD Jatim Bantu Warga Tanggulangin.
Peduli Bencana, Ketua DPRD Jatim Bantu Warga Tanggulangin.
Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi menyerahkan bantuan berupa sembako sebanyak 400 paket, kepada masyarakat terdampak musibah banjir di Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo pada Selasa (09/03/2021).
Bersama Kepala Desa Kedungbanteng, penyerahan bantuan tersebut guna diberikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga. Disela penyerahan bantuan, Kusnadi juga meninjau lokasi serta menengok kondisi masyarakat yang terdampak musibah banjir.
“Diantara semua kebutuhan masyarakat terdampak musibah banjir ini, yang paling mendesak adalah kebutuhan pangan. Bertahap, kita juga akan memfasilitasi kebutuhan air bersih yang layak minum untuk warga. Serta, dalam waktu dekat ini bersama warga kita akan gotong royong mencari solusi atas musibah yang sering terjadi dalam beberapa tahun ini,” kata Kusnadi.
Sebelumnya, dalam kegiatan Reses I Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo Rabu (03/03/2021). Herman, salah satu warga terdampak, memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan kondisi desanya yang sedang tertimpa musibah banjir. Dia bercerita, dalam tiga tahun terakhir, desanya selalu tenggelam tatkala sedang terjadi intensitas hujan tinggi, dan naiknya volume air laut.
“Kedalaman air rata-rata mencapai 60 Cm, merendam pemukiman warga di tujuh RT. Dan dampak yang paling parah adalah di RT 03, 05, 06, di sini banjir mencapai satu meter menenggelamkan rumah bagi 390 Kepala Keluarga,” ungkapnya.
Mendengar laporan tersebut, Kusnadi bergerak cepat untuk langsung berdialog dengan para warga desa yang terdampak musibah. Dalam dialognya, warga mengeluhkan jalan utama desa yang menjadi penopang aktivitas sehari-hari rusak parah, ratusan hektar sawah dan ratusan ton ikan di tambak gagal panen.
“Selain itu, akibat banjir, banyak lapak dagang masyarakat juga turut tenggelam. Sehingga, menghentikan aktivitas perekonomian warga,” tutur Zainul, Tokoh Masyarakat Tanggulangin.
Zainul juga berharap, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat sigap untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, yang sudah selama satu bulan bertahan hidup ditengah musibah banjir.
"Pemkab seharusnya menurunkan dinas terkait untuk hadir dan meninjau situasi serta kondisi secara langsung. Kebutuhan seperti popok serta susu formula untuk bayi, salah satu kebutuhan yang sering masyarakat keluhkan. Selain itu juga, yang tak kalah penting kemudian adalah normalisasi kali. Dan pembuatan pintu air di muara sungai yang menjadi jalur terakhir air menuju laut. Semoga di dengar,” tutupnya.










