gerbang baru nusantara

Revisi RPJMD Jatim Dikebut Agar Bisa Masuk P-APBD 2021

Revisi RPJMD Jatim Dikebut Agar Bisa Masuk P-APBD 2021

Fathis Su'ud
Jumat, 13 Agustus 2021
Bagikan img img img img
Pembahasan perubahan (revisi) RPJMD Jatim 2019-2024 terkesan kejar tayang ternyatdapat dimaklumi oleh pimpinan DPRD Jatim. Sebab pengesahan perubahan RPJMD ini menjadi prasyarat untuk bisa melakukan perubahan APBD Jatim 2021. 
 
Wakil ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak mengatakan bahwa pembahasan P-APBD Jatim 2021 sejatinya tidak molor karena yang paling berkepentingan adalah eksekutif (gubernur,red). Kendati demikian Pemprov Jatim jugpernah melakukan pembahasan P-APBD pada bulan September yakni saat masa transisi DPRD Jatim periode lama dengan periode yang baru.
 
"Mudah-mudahan revisi RPJMD Jatim bisa segera disahkan malam ini sehingga pembahasan PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) bisa segera dimulai pertengahan bulan Agustus ini," kata Sahat T Simanjuntak, Jumat (13/8/2021).
 
Sesuai mekanisme, kata politikus Partai Golkar pembahasan P-APBD dimulai dengan penyampaianota kesepahaman antara gubernur dengan pimpinan DPRD Jatim, lalu penyampaian KUA PPAS, baru kemudian pembahasan.
 
"Jadi perubahan RPJMD itu menjadi modal dasar legalitas politis yang harus diselesaikan sebelum menuju PAK," beber sekretaris DPD Partai Golkar Jatim.   
 
Setelah perubahan RPJMD disahkan, lanjut Sahat pihak eksekuti juga terlebih dulu melakukan perubahan RKPD (Rencana Kerja Perangkat Daerah) untuk menerjemahkan RPJMD paska perubahan. 
 
"Setelah RKPD selesai, maka barulah kita akan masuk pada fase persiapan pembahasan PAK. Mulai dengan penyampaian nota, penyampaian KUA PPAS, penandatanganan kesepahaman eksekutif-legislatif. Lalu penyampaian nota keuangan gubernur, lalu pembahasan dan seterusnya," beber pria hobby tinju ini.
 
Ia juga kurang sepaham jikada pihak-pihak yang mengatakan pembahasan revisi RPJMD Jatim kejar tayang. Sebab kinerja Gubernur Jatim masih on the track. "Saya kira masih dalam koridor batas yang normal," tegas Sahat.
  
Pada prinsipnya DPRD Jatim hanya menunggu. Kalau eksekutif tidak memanfaatkan waktu yang ada, makyang sulit nanti ya adalah eksekutif sendiri.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu