gerbang baru nusantara

Polemik Pro Kontra "Soun Horeg" di Jawa Timur, Husnul Aqib: Seni Boleh Asal Tak Mengganggu

Sound Horeg adalah fenomena penggunaan sound system besar dengan suara dan getaran ekstrem yang populer di karnaval, hajatan, dan acara komunitas di pedesaan. Kini, sound horeg menjadi perbincangan hangat di Jawa Timur, pasca MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram terkait keberadaan sound horeg tersebut.

Try Wahyudi
Kamis, 17 Juli 2025
Bagikan img img img img
Anggota komisi A DPRD Jawa Timur Husnul Aqib

Sound Horeg adalah fenomena penggunaan sound system besar dengan suara dan getaran ekstrem yang populer di karnaval, hajatan, dan acara komunitas di pedesaan. Kini, sound horeg menjadi perbincangan hangat di Jawa Timur, pasca MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram terkait keberadaan sound horeg tersebut. Bahkan ada desakan dari beberapa pihak agar gubernur membuat regulasi khusus untuk itu.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menetapkan fatwa “haram” terhadap Sound Horeg karena dinilai lebih banyak mendatangkan mudharat—gangguan kenyamanan, kesehatan, dan kekacauan sosial—dibanding manfaatnya.

Anggota komisi A DPRD Jawa Timur Husnul Aqib mengatakan gubernur atau pemprov Jawa Timur bisa membuat regulasi baru tersebut, tentunya harus terlebih dahulu melihat kondisi di bawah.

"Masing-masing daerah misalnya ada regulasi tentang sound horeg, misalnya perbup atau perwali, barulah pemprov membuat aturan tersebut karena ada dasar hukum dibawah yaitu perbup ataupun perwali," ungkap politisi PAN ini, Kamis (17/7/2025).

Menurut dia, pada dasarnya sound horeg menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dikalangan bawah.

"Ibarat kata ini sudah tradisi atau bisa menjadi kesenian daerah asal muasalnya sound horeg tersebut. Namun, jangan sampai hal ini mengganggu masyarakat. Boleh-boleh seja seni itu dikembangkan, namun jangan sampai mengganggu masyarakat lain. Kalau sudah mengganggu otomatis akan berurusan dengan hukum," tandas mantan wakil ketua DPRD Lamongan ini.

Sekedar diketahui, Fenomena Sound Horeg mencerminkan dualitas inovasi budaya rakyat dan tantangan sosial-ekologis. Agar keberadaannya bisa dinikmati tanpa merugikan publik, diperlukan keseimbangan antara kreativitas, regulasi, dan rasa saling menghormati.

Meski kontroversial, pemerintah melalui Kemenkumham Jawa Timur tengah mengkaji pendaftaran HAKI untuk Sound Horeg sebagai karya budaya lokal, sekaligus merancang regulasi pengawasan kebisingan. Upaya ini bertujuan membina pelaku agar tetap kreatif tapi tidak mengganggu masyarakat sekitar .

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu