9000 Ton Tebu di Lumajang Menumpuk di Gudang, Khusnul Khuluk: Pemerintah Harus Beri Subsidi Petani Tebu
Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Khusnul Khuluk mengatakan pihaknya berharap agar pemerintah menggelontorkan subsidi bagi petani tebu di Jawa Timur. Soalnya, sampai sekarang tebu yang dimiliki petani menumpuk. Hal ini disebabkan karena gula rafinasi rember di pasaran.
Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Khusnul Khuluk mengatakan pihaknya berharap agar pemerintah menggelontorkan subsidi bagi petani tebu di Jawa Timur. Soalnya, sampai sekarang tebu yang dimiliki petani menumpuk. Hal ini disebabkan karena gula rafinasi rember di pasaran.
Banyaknya gula di gudang disebabkan oleh kebijakan impor gula rafinasi yang bocor ke pasar konsumen. Akibatnya, proses penyerapan gula petani yang seharusnya untuk pasar konsumen jadi terhambat.
"Kalau gula rafinasi itu seharusnya hanya ada di pasar industri makanan dan minuman, tetapi bocor ke konsumsi masyarakat," tutur politisi PKS ini, Senin (8/9/2025).
Dia lalu mencontohkan kondisi petani tebu di Lumajang dimana sekarang ini sudah menumpuk 9000 ton tebu yang tak kunjung digiling.
"Inilah dampaknya gula rafinasi yang menghancurkan gula petani. Pemerintah harus melihat itu," jelasnya.
Sekarang ini, sambung dia, yang membuat petani tebu susah, gara-gara menumpuk tak kunjung diproduksi, petani bingung untuk biaya produksi pada musim tanam berikutnya.
"Selama gula tersebut belum laku terjual, petani belum bisa menikmati hasil panennya. Dengan demikian, mereka tidak memiliki biaya untuk ongkos operasional musim tanam berikutnya. Jadi, dengan tidak lakunya gula ini, selain membuat gudang gula penuh, petani yang seharusnya bisa merawat tebunya untuk MT 25-26 tahun depan tidak punya cukup uang untuk merawat," ujar dia.
Diakui olehnya,saat ini proses penyerapan gula sedang diupayakan pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia dengan total 6.500 ton. Namun, sampai saat ini, total 9.000 ton gula petani masih tertimbun di gudang PG Jatiroto Lumajang.
"Oleh sebab itu,saya berharap dan mendorong agar nasib petani tebu tersebut diperhatikan dengan memberikan subsidi kepada mereka agar bisa produksi ditahun depan, "tandasnya.










