Aspirasi Warga Situbondo: Transportasi Historis Perlu Direvitalisasi
DPRD Jatim menerima aspirasi warga Situbondo untuk menghidupkan kembali jalur kereta api dan pelabuhan Panarukan. Revitalisasi dinilai mampu meningkatkan logistik, pariwisata, dan ekonomi daerah.
Surabaya — Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Situbondo dan sekitarnya mendorong munculnya aspirasi agar pemerintah menghidupkan kembali jalur transportasi bersejarah di kawasan Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan, termasuk jalur kereta api dan pelabuhan.
Aspirasi tersebut disampaikan warga kepada anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Zeineye, saat kegiatan reses di Situbondo, Kamis (19/02/2026).
“Keinginan warga untuk menghidupkan jalur kereta api Anyer–Panarukan, termasuk kawasan pelabuhan sebagai sarana masuk peti kemas melalui Situbondo, cukup besar. Jika ini kembali beroperasi, kesejahteraan masyarakat Situbondo dan sekitarnya berpotensi meningkat,” ujar Zeineye.
Politisi PPP tersebut menjelaskan bahwa penghidupan kembali kawasan transportasi Anyer–Panarukan melalui kereta api dan pelabuhan bertujuan mengintegrasikan konektivitas modern di sepanjang jalur historis Jalan Raya Pos.
Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi pengangkutan logistik, mendukung ekonomi kreatif dan pariwisata, serta mengurangi beban lalu lintas di jalur Pantai Utara (Pantura).
Isu keselamatan dan infrastruktur transportasi kereta api sebelumnya juga menjadi perhatian DPRD Jawa Timur, khususnya terkait fasilitas perlintasan dan keselamatan perjalanan (baca selengkapnya: dorongan DPRD Jatim untuk meningkatkan keselamatan perlintasan kereta api demi melindungi masyarakat
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/14666/sering-makan-korban-jiwa-kediri-kekurangan-palang-pintu-perlintasan-k).
Revitalisasi Jalur KA dan Pelabuhan Dinilai Perkuat Logistik dan Pariwisata
Zeineye menilai revitalisasi rel kereta api di sepanjang koridor utara Jawa bertujuan memaksimalkan mobilitas penumpang dan distribusi barang yang saat ini masih banyak bergantung pada jalur darat.
“Integrasi stasiun kereta api, pelabuhan, dan jalan darat di jalur Pantura dapat meningkatkan efisiensi ekonomi, mempermudah pariwisata, dan memperkuat infrastruktur di Pulau Jawa,” jelas anggota Komisi E DPRD Jatim tersebut.
Menurutnya, optimalisasi pelabuhan juga akan mempercepat distribusi barang, termasuk komoditas ekspor, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pesisir.
Pengembangan jaringan transportasi berbasis kereta api di Jawa Timur juga sejalan dengan berbagai wacana peningkatan konektivitas wilayah, termasuk rencana pengaktifan jalur kereta di sejumlah daerah (baca selengkapnya: dukungan DPRD Jatim terhadap aktivasi jalur kereta api untuk memperkuat konektivitas wilayah
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/12208/dukung-aktivasi-kereta-api-di-madura-gus-mamak-minta-jalurnya-lewat-w).
Konektivitas Transportasi Dinilai Dukung Pertumbuhan Industri
Selain meningkatkan mobilitas, penguatan ekosistem perkeretaapian juga dinilai berpotensi mendukung pertumbuhan industri nasional dan daerah.
Pengembangan industri kereta api di Jawa Timur, misalnya, diyakini dapat memperkuat rantai pasok dan membuka peluang ekonomi baru (baca selengkapnya: pembangunan industri kereta api sebagai pendorong ekonomi dan lapangan kerja di Jawa Timur
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/13508/pt-inka-bangun-pabrik-kereta-api-di-banyuwangi-martin-bisa-dongkrak).
Zeineye menegaskan bahwa integrasi transportasi darat dan laut merupakan kunci mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya di wilayah pesisir utara Jawa Timur.










