Diskop UKM Jatim Optimistis KEK Tembakau Madura Berbasis Koperasi
Diskop UKM Jawa Timur optimistis Madura dapat menjadi pilot project Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tembakau berbasis koperasi. Penguatan koperasi tembakau di Pamekasan dan dukungan infrastruktur menjadi kunci mendorong industri tembakau lokal serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Madura Dinilai Layak Jadi Pilot Project KEK Tembakau
SURABAYA — Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa optimistis Pulau Madura dapat menjadi pilot project Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tembakau berbasis koperasi.
Optimisme tersebut didasarkan pada potensi besar sektor tembakau di Madura. Pulau ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Indonesia, dengan mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani tembakau.
“Beberapa hari lalu, Menteri Koperasi Ferry Yuliantono mengukuhkan pengurus Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera. Koperasi ini merupakan koperasi sektor riil yang bergerak di bidang pertembakauan. Dalam kesempatan itu, Pak Menteri juga menyampaikan keinginan untuk mendorong Madura memiliki Kawasan Ekonomi Khusus tembakau,” kata Endy di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (23/02/2026).
Dorong Industri Tembakau dengan Skema Cukai Khusus
Endy menjelaskan, pemerintah daerah berharap ke depan Madura dapat memiliki industri tembakau dengan skema cukai khusus agar sektor tersebut semakin berkembang.
Menurutnya, industri tembakau yang berada di kawasan KEK diharapkan memiliki cluster tersendiri dalam kebijakan cukai.
“Jika industri besar dikenakan cukai kelas satu dan diolah oleh pemerintah pusat, maka di KEK tembakau Madura diharapkan ada cluster cukai tersendiri. Yang terpenting, industri tembakau atau industri rokok di kawasan tersebut bisa berkembang,” ujarnya.
Penguatan Koperasi Tembakau di Pamekasan
Saat ini, pengembangan industri tembakau berbasis koperasi mulai dibangun dari tingkat masyarakat. Endy menyebut model koperasi dinilai lebih tepat karena berbasis ekonomi kerakyatan.
Di Kabupaten Pamekasan, tercatat telah terbentuk sembilan koperasi tembakau. Jumlah tersebut diproyeksikan bertambah lima koperasi lagi.
“Diperkirakan pada bulan Maret 2026 akan ada sekitar 14 koperasi yang gerainya sudah selesai 100 persen di Pamekasan,” jelasnya.
Namun demikian, Endy mengakui hingga saat ini belum ada investor besar yang masuk ke Madura untuk mendirikan industri rokok berbasis koperasi. Jika pun ada investor, sebagian besar masih berada di wilayah yang dekat dengan Jembatan Suramadu.
Salah satu kendala utama yang masih dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur pendukung, terutama pasokan listrik dan fasilitas industri lainnya.
Harapan Kesejahteraan Petani Tembakau Madura
Dengan terbentuknya Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera, Endy berharap sektor tembakau dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Ia juga menilai penguatan koperasi dapat melahirkan pengusaha-pengusaha lokal baru di Madura.
“Harapannya, dengan munculnya koperasi induk tembakau ini, sektor tembakau dapat menjadi salah satu usaha untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat Madura. Pak Menteri juga berharap nantinya akan lahir pengusaha-pengusaha besar dari Madura,” pungkasnya.
Kaitan dengan Penguatan UMKM dan Koperasi Perempuan
Penguatan koperasi dan UMKM juga sejalan dengan berbagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang didorong DPRD Jawa Timur, termasuk pengembangan pelaku usaha kecil dan perempuan.
Anggota DPRD Jatim Lilik Hendarwati sebelumnya mendorong penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan usaha, termasuk bagi perempuan pelaku usaha Upaya serupa juga dilakukan melalui pembinaan komunitas usaha di kawasan Ampel, Surabaya, untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Selain itu berbagai workshop dan pelatihan UMKM terus digelar untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha kecil dan komunitas perempuan.










