gerbang baru nusantara

Pemerintah Hadirkan LPG Plant di Tuban,Sri Wahyuni: Dukung Ketahanan Energi Nasional

Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni mendukung pembangunan LPG Plant di Tuban sebagai bagian penguatan ketahanan energi nasional dan infrastruktur distribusi gas domestik.

Try Wahyudi
Sabtu, 11 April 2026
Bagikan img img img img
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, mendukung pembangunan LPG Plant di Tuban sebagai langkah penguatan ketahanan energi nasional dan distribusi gas domestik.

TUBAN— Pemerintah terus mempercepat penguatan pasokan gas domestik melalui pengembangan sejumlah proyek Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional hingga 2027. Salah satu proyek strategis tersebut adalah pembangunan LPG Plant di Tuban, Jawa Timur.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, menilai pembangunan terminal atau LPG Plant di Tuban memiliki manfaat strategis bagi ketahanan energi nasional maupun pertumbuhan ekonomi daerah.

“Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas infrastruktur energi dalam negeri guna mendukung kemandirian energi Indonesia,” ujar Sri Wahyuni, Sabtu (11/04/2026).

Politikus Partai Demokrat tersebut mengatakan pembangunan fasilitas LPG Plant akan memperkuat infrastruktur penyimpanan (storage) dan distribusi gas sehingga meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.

“Dan tentunya menjadi titik strategis untuk distribusi energi, khususnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya,” tandasnya.  Sri Wahyuni menambahkan, dengan pengembangan proyek LPG nasional yang agresif hingga 2027, Jawa Timur, khususnya Kabupaten Tuban, diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting dalam penguatan ketahanan energi nasional di sektor gas domestik.

Untuk proyek di Tuban, fasilitas yang dioperasikan PT Sumber Aneka Gas tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat seiring proses commissioning yang saat ini tengah berlangsung.

Proyek LPG Plant Tuban memiliki kapasitas produksi sekitar 30 metrik ton per hari atau setara 348 barrel of oil per day (BOPD). Meski skalanya lebih kecil dibandingkan proyek lain, keberadaannya dinilai penting untuk memperkuat pasokan energi domestik di Jawa Timur yang memiliki kebutuhan energi tinggi.

Sebelumnya, DPRD Jawa Timur juga mendukung pengetatan distribusi LPG subsidi 3 kilogram melalui penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) guna memastikan subsidi tepat sasaran.

(Baca Selengkapnya: Dukungan DPRD Jatim terhadap pengawasan distribusi LPG subsidi agar tepat sasaran)

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu