gerbang baru nusantara

17 Wilayah Diterjang Banjir, Evaluasi Total Pengelolaan Rumah Pompa di Surabaya

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Blegur Prijanggono meminta evaluasi total terhadap pengelolaan rumah pompa setelah banjir merendam 17 titik di Surabaya. DPRD Jatim menilai optimalisasi rumah pompa dan penguatan sistem mitigasi menjadi kunci mengurangi risiko banjir perkotaan.

Wanto
Senin, 22 Juni 2026
Bagikan img img img img
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Blegur Prijanggono meminta evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan rumah pompa dan sistem pengendalian banjir setelah 17 titik di Surabaya terdampak genangan akibat hujan deras.

DPRD Jatim Soroti Efektivitas Rumah Pompa dalam Penanganan Banjir

SURABAYA — Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Blegur Prijanggono, meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan rumah pompa sebagai bagian dari upaya penanganan banjir di Kota Surabaya.

Menurut Blegur, keberadaan rumah pompa harus diimbangi dengan pengelolaan yang optimal agar mampu mengurangi risiko genangan saat hujan berintensitas tinggi.

"Selain masyarakat harus tetap waspada, tentu fungsi rumah pompa harus dimaksimalkan agar penanganan banjir dapat berjalan lebih efektif," ujar Blegur, Senin (22/06/2026).

Politisi Partai Golkar tersebut menilai evaluasi tidak hanya menyangkut jumlah rumah pompa, tetapi juga kesiapan operasional dan respons cepat saat terjadi genangan.

"Perlu ada evaluasi terhadap pengelolaan rumah pompa yang ada di Surabaya. Ketika terjadi banjir, seluruh rumah pompa yang tersedia harus segera dioperasikan secara optimal agar genangan dapat segera surut," jelasnya.

Banjir Rendam 17 Titik di Surabaya

Blegur menyampaikan pernyataannya menyusul hujan deras yang mengguyur Surabaya pada Senin (22/06/2026) dini hari dan menyebabkan banjir di 17 titik wilayah kota.

Berdasarkan laporan yang diterima, genangan air terjadi di sejumlah kawasan, antara lain Jalan Ngagel Kebonsari, Jalan Bung Tomo, Jalan Raya Bratang Binangun, Jalan Imam Bonjol, Jalan Simo Hilir Raya, Jalan Tanjungsari, Jalan Menur Pumpungan, hingga kawasan Medokan Semampir Indah.

Genangan tertinggi tercatat di kawasan STIKOSA-AWS, Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.

Selain curah hujan yang tinggi, proses penanganan banjir juga menghadapi kendala akibat pasang air laut yang menghambat proses pembuangan air ke laut melalui sistem drainase dan rumah pompa.

Baca Selengkapnya: DPRD Jawa Timur mendesak percepatan penanganan banjir yang merendam puluhan desa di Lamongan sebagai bagian dari upaya penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi

Perlu Penguatan Sistem Mitigasi dan Infrastruktur Pengendali Banjir

Blegur menilai kejadian banjir yang berulang harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama terkait efektivitas infrastruktur pengendali banjir yang telah dibangun.

Menurutnya, pengelolaan rumah pompa, normalisasi saluran drainase, serta koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat untuk mengurangi dampak banjir di kawasan perkotaan.

Baca Selengkapnya: DPRD Jawa Timur mengawal normalisasi Afvour Macanan di Tuban sebagai bagian dari penguatan fungsi saluran air dan pengendalian banjir di daerah

Selain menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat, banjir juga berpotensi memunculkan persoalan kesehatan lingkungan apabila genangan berlangsung dalam waktu lama.

Baca Selengkapnya: DPRD Jawa Timur mengingatkan risiko munculnya berbagai penyakit pascabanjir dan pentingnya langkah mitigasi kesehatan masyarakat

Blegur berharap evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengendalian banjir dapat dilakukan sehingga kejadian serupa tidak terus berulang dan pelayanan publik tetap berjalan dengan baik saat cuaca ekstrem terjadi.

 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu