Eko Yunianto Ajak Orang Tua Melek AI, Jangan Biarkan Anak Tergerus Digital
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil V Lumajang-Jember Eko Yunianto mengajak orang tua dan pendidik meningkatkan literasi kecerdasan buatan (AI) agar mampu mendampingi anak menghadapi transformasi digital. AI dinilai membuka peluang dalam pembelajaran, tetapi pemanfaatannya perlu diarahkan agar tidak melemahkan daya pikir kritis anak.
JEMBER — Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Eko Yunianto, S.M., menggelar sosialisasi dewan bertajuk “Antara Peluang dan Tantangan Adaptasi Pendidikan Anak di Era Kecerdasan Buatan” di Hotel Royal, Jember, Sabtu (05/09/2026).
Kegiatan rutin bulanan tersebut menyasar masyarakat umum untuk memberikan pemahaman mengenai derasnya transformasi digital serta dampaknya terhadap proses belajar dan perkembangan anak.
Dalam sambutannya, Eko menegaskan orang tua dan pendidik berada di garda terdepan dalam mendampingi generasi muda menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi salah satu kunci agar anak-anak tetap mampu beradaptasi dan kompetitif tanpa kehilangan jati diri.
“Perkembangan AI berlangsung sangat cepat. Kita sebagai orang tua mau tidak mau harus terus belajar dan mengikuti arus agar bisa mengarahkan anak dengan tepat. DPRD Jatim bersama pemerintah provinsi berkomitmen memperluas wawasan masyarakat, khususnya Jember, agar semakin siap menghadapi era digital,” ujar Eko.
Orang Tua dan Pendidik Perlu Memahami Peluang serta Risiko AI
Sementara itu, Agus Saiful Rizal membuka diskusi dengan memaparkan fenomena semakin luasnya penggunaan platform AI, seperti ChatGPT dan Gemini.
Ia menyebut kehadiran AI membuka peluang besar dalam memperluas akses informasi serta mendukung metode pembelajaran.
Namun, pemanfaatan AI juga dinilai perlu diiringi kemampuan berpikir kritis. Penggunaan teknologi tanpa pendampingan dan pemahaman yang memadai dikhawatirkan dapat membuat anak terlalu bergantung pada jawaban instan sehingga proses mengolah informasi secara mandiri tidak berkembang optimal.
Baca Selengkapnya: DPRD Jatim juga mendorong masyarakat memanfaatkan AI secara kritis, etis, dan kreatif, sekaligus memperkuat literasi digital agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab
AI Didorong Menjadi Alat Pendukung, Bukan Pengganti Kemampuan Manusia
Sosialisasi tersebut turut menghadirkan dua narasumber di bidang akademik dan teknologi, yakni Fajar A.Z., M.Pd., dosen Unupas Probolinggo, serta Ahmad Muzaki Zain, S.Pd.
Keduanya memaparkan strategi dan tips praktis bagi peserta dalam mendampingi anak beradaptasi dengan teknologi secara aman dan produktif.
Pendekatan tersebut menempatkan AI sebagai alat pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses belajar, bukan sebagai pengganti kreativitas maupun kemampuan berpikir manusia.
Pandangan serupa juga muncul dalam dorongan DPRD Jatim terhadap pemanfaatan AI di sektor lain. Anggota DPRD Jatim Hikmah Bafaqih sebelumnya menekankan bahwa AI merupakan instrumen pendukung, sedangkan kreativitas dan kemampuan manusia tetap menjadi unsur utama dalam pemanfaatannya.
Baca Selengkapnya: Pemanfaatan AI juga didorong untuk meningkatkan kreativitas, efisiensi, pemasaran, dan daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital
Pendampingan Diharapkan Jadikan AI Penggerak Prestasi Anak
Kegiatan tersebut diharapkan mendorong peserta menyiapkan sarana pendukung sekaligus pola pendampingan yang tepat di lingkungan keluarga.
Dengan pendampingan yang memadai, perkembangan AI diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung prestasi, kreativitas, dan kemampuan belajar anak, bukan justru membuat mereka kehilangan kemandirian dalam berpikir.
Kemampuan beradaptasi dengan perubahan juga sejalan dengan dorongan DPRD Jatim agar masyarakat, termasuk generasi muda, meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. (Yul)










