Kebakaran Lahan Bojonegoro Jadi Alarm, Sri Wahyuni Dorong Mitigasi Ketat
Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni mendorong penguatan pengawasan, edukasi, dan mitigasi kebakaran lahan menyusul terbakarnya sekitar 8 hektare lahan di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.
SURABAYA — Kebakaran lahan seluas kurang lebih 8 hektare di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni. Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat pentingnya memperkuat pengawasan dan mitigasi kebakaran, terutama di kawasan dengan vegetasi kering yang mudah terbakar.
Kebakaran terjadi di wilayah RT 03/RW 01 Desa Kumpulrejo pada Senin (21/09/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Informasi resmi Kecamatan Kapas menyebut kebakaran diduga bermula dari pembakaran daun kering yang kemudian merambat dan meluas ke area lahan. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.55 WIB setelah penanganan bersama petugas dan masyarakat.
Menanggapi kejadian tersebut, Sri Wahyuni mendorong peningkatan pengawasan serta mitigasi dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
Menurutnya, kondisi lahan dan vegetasi yang kering perlu diantisipasi dengan meningkatkan kehati-hatian masyarakat. Aktivitas pembakaran sampah, daun kering, maupun pembersihan lahan dengan api harus dihindari apabila berpotensi membuat api merambat dan tidak terkendali.
“Kasus kebakaran lahan di Bojonegoro ini harus menjadi alarm bagi kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat. Aktivitas membakar daun kering atau membersihkan lahan dengan cara dibakar tanpa pengawasan ketat sangat berbahaya, terlebih di tengah kondisi cuaca yang kering seperti saat ini,” ujar Sri Wahyuni, Selasa (22/09/2026).
Imbauan tersebut memiliki dasar yang relevan dengan kejadian di Kumpulrejo. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro menyebut kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke rumpun bambu di sekitar lahan. Damkarmat juga mengimbau masyarakat tidak membakar sampah di sekitar lahan kering atau vegetasi yang mudah terbakar.
Edukasi Pencegahan Kebakaran Perlu Diperkuat
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bojonegoro-Tuban, Sri Wahyuni juga mendorong edukasi pencegahan kebakaran terus diperkuat hingga tingkat desa dan kelompok masyarakat.
Ia meminta pemerintah kabupaten melalui perangkat desa, BPBD, serta perangkat daerah terkait pertanian lebih proaktif memberikan sosialisasi mengenai bahaya penggunaan api untuk membersihkan lahan atau pekarangan, terutama ketika kondisi lingkungan mudah terbakar.
Menurut Sri Wahyuni, edukasi menjadi penting karena pencegahan tidak dapat hanya bergantung pada petugas. Kesadaran masyarakat dalam mengendalikan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran juga menjadi bagian dari mitigasi.
Dorongan memperkuat mitigasi kebakaran juga sebelumnya disampaikan Anggota Komisi D DPRD Jatim Siadi menyusul kebakaran Gunung Kawi. Ia meminta sistem mitigasi dievaluasi dan koordinasi lintas sektor, sarana pemadaman, jalur evakuasi, serta langkah pencegahan diperkuat.
Baca selengkapnya: Siadi mendorong evaluasi dan penguatan mitigasi karhutla agar penanganan tidak hanya bersifat reaktif ketika kebakaran telah meluas
Respons Cepat Petugas Diapresiasi
Sri Wahyuni juga mengapresiasi kesigapan tim pemadam kebakaran, BPBD, unsur terkait, dan masyarakat yang bergerak menangani kebakaran di Kumpulrejo.
Berdasarkan keterangan resmi Damkarmat Bojonegoro, penanganan melibatkan Damkarmat Kabupaten Bojonegoro, BPBD Kabupaten Bojonegoro, masyarakat, Polsek, dan Satpol PP. Tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Respons cepat dari petugas di lapangan patut diacungi jempol. Namun, mitigasi preventif jauh lebih penting. Kita harus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat agar tidak ada lagi kelalaian kecil yang berakibat pada kerusakan lingkungan yang luas dan merugikan banyak pihak,” tegasnya.
Penguatan kesiapsiagaan serupa juga disampaikan Anggota DPRD Jatim Atika Banowati setelah kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bancak, Magetan. Atika menekankan mitigasi dini, edukasi masyarakat, investigasi penyebab kebakaran, dan penguatan koordinasi lintas sektor.
Baca selengkapnya: Atika Banowati mengingatkan pentingnya kewaspadaan, edukasi masyarakat, dan mitigasi dini menyusul kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bancak
Kebakaran Hanguskan Sekitar 8 Hektare Lahan
Kebakaran di Desa Kumpulrejo terjadi sekitar pukul 12.15 WIB pada Senin (21/09/2026). Lahan yang terbakar tercatat seluas kurang lebih 8 hektare.
Petugas Damkarmat bersama BPBD segera melakukan pemadaman setelah menerima informasi kejadian. Proses penanganan juga melibatkan Satpol PP Kecamatan Kapas, Polsek Kapas, serta masyarakat sekitar. Api berhasil dipadamkan dan petugas melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
Sri Wahyuni berharap kejadian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat mitigasi kebakaran, mulai dari edukasi masyarakat, pengawasan aktivitas pembakaran, hingga kesiapsiagaan petugas di wilayah rawan.
Upaya pencegahan dan penanganan cepat juga menjadi perhatian DPRD Jatim dalam sejumlah kejadian kebakaran sebelumnya. Saat kebakaran melanda kawasan Pegunungan Ijen, Anggota Komisi D DPRD Jatim Agung Mulyono mendorong penanganan terpadu, koordinasi lintas instansi, serta penguatan sistem mitigasi dan kesiapsiagaan. (Yudhie)










