Kebakaran Gunung Kawi Capai 1.459 Hektare, Siadi Minta Evaluasi Mitigasi Karhutla
Anggota Komisi D DPRD Jatim Siadi mendorong penguatan mitigasi kebakaran hutan dan lahan di Gunung Kawi melalui koordinasi lintas sektor, dukungan sarana pemadaman, jalur evakuasi, dan pencegahan kebakaran.
Siadi Dorong Penguatan Mitigasi dan Koordinasi
SURABAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, terus menjadi perhatian. Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Siadi, mengatakan penanganan karhutla tidak boleh sekadar bersifat reaktif ketika kebakaran telanjur membesar.
Menurut politikus senior Partai Golkar tersebut, karhutla yang berulang setiap kali musim kemarau ekstrem melanda menuntut evaluasi dan penguatan sistem mitigasi bencana di Jawa Timur.
Ia menilai sinergi lintas sektor antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Perhutani, relawan, dan elemen masyarakat harus diperkuat serta disistematisasi secara permanen.
“Kebakaran hutan di kawasan suaka alam dan lindung seperti Gunung Kawi bukan hanya sekadar persoalan musiman yang selesai saat api padam. Ini menyangkut kelestarian ekosistem jangka panjang, cadangan sumber air, serta keselamatan warga di lereng gunung. Kami di Komisi D DPRD Jatim mendorong adanya penguatan infrastruktur mitigasi darurat secara terpadu,” ujar Siadi, Minggu (20/09/2026).
Sarana Pemadaman dan Jalur Evakuasi Perlu Diperhatikan
Lebih lanjut, Siadi menyoroti pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai di posko-posko darurat. Hal itu mencakup optimalisasi armada pemadaman udara, serta ketersediaan jalur evakuasi dan sekat api permanen di titik-titik rawan.
Ia mendesak agar alokasi anggaran tanggap darurat kebencanaan dapat digerakkan dengan cepat untuk mendukung kebutuhan operasional tim di lapangan. Menurutnya, medan pegunungan yang terjal sangat menyulitkan pergerakan personel darat.
Baca Selengkapnya:
-
Dewanti Rumpoko mendorong Pemprov Jatim mempertimbangkan status darurat karhutla menyusul kembali terbakarnya kawasan TNBTS
-
Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim Renny Pramana meminta Pemprov Jatim menyiapkan skenario multi-bencana menghadapi erupsi gunung api, kekeringan, dan karhutla
-
Anggota Komisi D DPRD Jatim Miseri Efendy mendesak penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons cepat menghadapi karhutla
Siadi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian ekologis dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca kering yang rentan memicu munculnya api.
“Kami mengimbau masyarakat di sekitar kawasan hutan untuk bersama-sama menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam. Kewaspadaan dini dan kepatuhan terhadap SOP pencegahan karhutla adalah kunci utama agar bencana serupa tidak terus berulang dan merugikan hajat hidup orang banyak,” pungkasnya.
Kebakaran Gunung Kawi Dilaporkan Mencapai 1.459 Hektare
Berdasarkan pendataan yang disebut berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), luas kawasan hutan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 1.459 hektare.
Area terdampak tersebut meliputi Pos Lapang Merkusi seluas 385 hektare dan Pos Lapang Selorejo sekitar 1.074 hektare.
Operasi pemadaman gabungan yang melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur terus dilakukan melalui jalur darat. Upaya tersebut antara lain mencakup pembuatan sekat bakar (ilaran) serta pemadaman melalui udara (water bombing) yang dikoordinasikan BPBD Provinsi Jawa Timur. (Yudhie)










